Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas berpulangnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ucapan duka cita ini secara resmi disampaikan melalui surat yang dikirimkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Surat penting tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi. Penyerahan ini berlangsung dalam sebuah pertemuan diplomatik yang diadakan pada hari Selasa (4/3), mengukuhkan ikatan persahabatan antara kedua negara.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun substansial itu, kedua belah pihak turut membahas situasi geopolitik Timur Tengah yang terus berkembang pesat dan penuh gejolak. Mereka mencermati eskalasi konflik regional yang memerlukan perhatian serius dari komunitas internasional. Menlu Sugiono secara tegas menggarisbawahi urgensi untuk menahan diri dan senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip hukum internasional sebagai landasan penyelesaian konflik.
Melalui platform media sosialnya, Menlu Sugiono lebih lanjut menegaskan, “Saya menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui jalur diplomasi.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia terhadap perdamaian global dan penyelesaian sengketa secara damai.
Langkah diplomatik ini secara jelas menegaskan kembali posisi konsisten Indonesia yang selalu mendorong penyelesaian damai dan deeskalasi dalam setiap konflik. Hal ini menjadi sangat krusial di tengah dinamika ketegangan yang kompleks dan melibatkan aktor-aktor penting seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat, di mana stabilitas regional dan global menjadi taruhan utama.
















