Militer Israel baru-baru ini mengumumkan sebuah operasi udara terbesar yang pernah tercatat dalam sejarahnya, sebuah langkah strategis yang mengklaim telah mengerahkan 200 jet tempur. Armada besar ini ditugaskan untuk melancarkan serangan terkoordinasi terhadap sistem rudal dan pertahanan udara Iran, menyasar lokasi-lokasi penting di wilayah barat dan tengah negara tersebut.
Skala operasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, menurut klaim militer Israel, secara resmi diberi nama “lintas terbang militer terbesar dalam sejarah” Angkatan Udaranya. Hal ini menyoroti besarnya koordinasi dan pengerahan kekuatan yang dilakukan dalam misi tersebut.
Dalam rentetan serangan yang simultan, jet-jet tempur yang terlibat dalam misi bersejarah ini dilaporkan menjatuhkan ratusan amunisi presisi. Targetnya mencakup sekitar 500 sasaran strategis yang tersebar di berbagai lokasi di Iran, termasuk instalasi sistem pertahanan udara dan sejumlah besar peluncur rudal, yang semuanya diserang secara bersamaan.
Menurut pernyataan resmi militer Israel yang dilansir oleh Al Jazeera pada Minggu (1/3), serangan presisi terhadap sistem pertahanan udara Iran ini diklaim telah memperluas superioritas udara Angkatan Udara Israel (IAF) di wilayah udara Iran. Lebih lanjut, serangan ini disebut-sebut secara signifikan melemahkan kemampuan ofensif rezim Iran, terutama pada lokasi-lokasi peluncuran strategis yang berlokasi di Iran bagian barat.
Sebagai bagian dari operasi ekstensif ini, militer Israel secara spesifik menyebutkan bahwa salah satu target utama adalah sebuah lokasi peluncuran rudal darat-ke-darat yang terletak di Tabriz, sebuah kota penting di Iran bagian barat. Penargetan ini menggarisbawahi upaya mereka untuk melumpuhkan infrastruktur rudal krusial.












