Situasi arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, terpantau sangat kondusif pada H-3 Lebaran, Rabu dini hari (18/3). Berbeda dengan citra kemacetan yang kerap menghantui, belum terlihat adanya penumpukan kendaraan, khususnya di akses masuk pelabuhan, menandakan kelancaran perjalanan para pemudik.
Petugas sigap terlihat berjaga di berbagai titik pintu masuk, memastikan setiap alur berjalan optimal. Kendaraan pribadi terus berdatangan silih berganti, menciptakan arus lalu lintas yang mengalir lancar tanpa hambatan antrean panjang di gerbang utama.
Dinamika arus kendaraan baru terasa di dalam area pelabuhan, yakni saat menanti giliran untuk masuk ke atas kapal. Kendati demikian, antrean ini masih dalam batas wajar dan terkendali, tidak sampai memanjang hingga meluber ke jalan raya utama.
Menjelang gerbang pelabuhan, suasana mulai diwarnai keramaian oleh deretan kendaraan yang menepi. Para pemudik berhenti sejenak untuk mendapatkan tiket penyeberangan yang dijajakan oleh berbagai penyedia jasa di sepanjang jalur menuju Pelabuhan Merak, menambah semarak perjalanan.
Di sisi lain, di dalam ruang tunggu pelabuhan, suasana tampak relatif lengang. Sebagian penumpang terlihat santai duduk menanti jadwal keberangkatan, sementara yang lain sibuk mengantre di loket check-in, menunjukkan belum adanya lonjakan masif.
Kelancaran arus mudik ini turut dikonfirmasi oleh Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo. Ia mengungkapkan bahwa pergerakan masyarakat di Merak sejauh ini sudah sesuai dengan proyeksi puncak arus mudik yang telah diperkirakan sebelumnya.
Heru merinci, “Tercatat dari jam 8 pagi tadi sampai dengan jam 8 itu 12.680-an, dan ini mungkin kalau diakumulasikan sampai hari ini mungkin sudah 13.000 kendaraan yang sudah reservasi.” Ia melanjutkan bahwa kondisi di Merak saat ini “mengalir lancar” dengan beberapa area parkir yang masih kosong. Bahkan, lokasi Indah Kiat yang sempat difungsikan sebagai area cadangan kini sudah kembali lengang. Kelancaran ini, menurut Heru, tak lepas dari “koordinasi yang baik dari ASDP, kemudian kepolisian, lalu dengan Kementerian Perhubungan,” jelasnya saat dijumpai di Pelabuhan Merak pada Rabu (18/3).
Lebih lanjut, Heru memaparkan bahwa salah satu kunci utama kelancaran arus kendaraan ini adalah implementasi skema pembagian jenis kendaraan menuju tiga pelabuhan yang berbeda.
Ia menjelaskan, “Salah satu yang menjadi titik kelancaran kita itu adalah karena memang sudah ada pembagian jenis kendaraan dan golongan yang dibagi menjadi tiga pelabuhan.” Rinciannya, Pelabuhan Merak dikhususkan untuk pejalan kaki, kendaraan keluarga, kendaraan kecil, dan bus. Kemudian, Pelabuhan Ciwandan melayani roda dua serta kendaraan golongan 4, 5, dan 6B. Sementara itu, Pelabuhan BBJ diperuntukkan bagi kendaraan golongan 7 hingga 9.
Heru menyimpulkan, “Nah, karena ada pemisahan ini, kemudian ini menjadi lancar untuk para pengguna yang mereka dalam kategori sebagai penumpang pribadi ataupun masyarakat secara umum,” menunjukkan efektivitas strategi ini dalam mengelola kepadatan arus mudik.













