Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) tengah gencar mendalami dugaan pembunuhan berencana dalam kasus tewasnya DA, 36 tahun. Korban, yang diketahui merupakan cucu dari komedian legendaris Mpok Nori, diduga dibunuh secara sadis oleh suami sirinya, Fuad, seorang warga negara Irak.
Kasus ini menjadi sorotan setelah penyelidikan mengarah pada potensi perencanaan matang. “Saat ini penyidik Subdirektorat Resmob (Reserse Mobile) tengah mendalami dugaan adanya pembunuhan berencana dalam kasus ini,” ungkap Ajun Komisaris Fechy J. Ataupah, Kepala Unit II Subdirektorat Resmob, dalam keterangan tertulisnya pada Senin, 23 Maret 2026.
Indikasi adanya perencanaan muncul dari rekaman CCTV yang menunjukkan tersangka Fuad terekam beberapa kali bolak-balik ke tempat kejadian perkara (TKP). Lebih lanjut, dari temuan tersebut, pelaku didapati sempat kembali ke tempat tinggalnya, diduga kuat untuk mengambil pisau yang kemudian digunakan sebagai alat untuk menghabisi nyawa korban.
Menurut Fechy, ada jeda waktu yang cukup lama antara saat tersangka kembali ke rumahnya dan saat ia menuju kembali ke TKP. Jeda ini menjadi perhatian penyidik, mengingat sebelum aksi pembunuhan terjadi, tersangka dan korban diketahui sempat terlibat cekcok di rumah kontrakan. Pasangan ini sendiri telah pisah rumah sejak tahun 2025, menambah kompleksitas dinamika hubungan mereka.
Atas perbuatannya, Fuad kini dijerat dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan. Ancaman hukuman yang menanti tersangka cukup berat, yaitu pidana penjara hingga 15 tahun.
Penangkapan Fuad sendiri berlangsung dramatis. Ia berhasil diciduk oleh petugas saat sedang berupaya melarikan diri menuju Sumatera menggunakan bus. Penangkapan terjadi pada Sabtu, 21 Maret 2026, pukul 12.49 WIB, tepatnya di Jalan Tol Tangerang-Merak kilometer 68, di area peristirahatan (rest area) KM 68.
Pembunuhan tragis ini terjadi di kamar kontrakan DA yang berlokasi di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Motif di balik kejahatan keji ini diduga kuat adalah kecemburuan. Pihak keluarga korban baru mengetahui kejadian nahas tersebut pada Sabtu dinihari, saat menemukan DA tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah di lantai rumah kontrakan.
Kasus pembunuhan DA ini kembali menyoroti isu kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan terhadap perempuan. Data terbaru dari Komnas Perempuan menunjukkan bahwa angka kekerasan terhadap perempuan telah meningkat sebesar 14 persen, sebuah fakta yang semakin menegaskan urgensi penanganan kasus-kasus serupa dengan serius. Vedro Imanuel Girsang turut berkontribusi dalam penyusunan artikel ini.













