Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merancang strategi implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan pendekatan yang efisien dan berkelanjutan. Kepala BGN, Nanik S Deyang, menguraikan bahwa pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang sudah tersedia, seperti kantin sekolah dan dapur umum, ketimbang membangun infrastruktur baru.
Pendekatan ini didasarkan pada pertimbangan praktis di lapangan. Nanik menyoroti bahwa pembangunan dapur baru tidak selalu memungkinkan di setiap wilayah, terutama di daerah dengan jumlah penerima manfaat yang relatif sedikit. Dengan memanfaatkan fasilitas yang telah ada, pemerintah dapat memastikan program tetap berjalan lancar tanpa harus menambah beban anggaran negara yang berlebihan.
Sebagai contoh konkret, Nanik memaparkan pengalamannya di daerah terpencil seperti sebuah pulau di Lombok Barat. Dengan jumlah murid hanya 119 orang, ia menegaskan bahwa “tidak mungkin juga didirikan dapur baru.” Namun, keberadaan kantin sekolah di lokasi tersebut menjadi alternatif solusi yang realistis dan siap pakai untuk pelaksanaan program MBG. Pernyataan tersebut disampaikan Nanik di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (8/6).
Lebih lanjut, strategi adaptif ini tidak hanya berlaku untuk kantin sekolah. Nanik menjelaskan bahwa pendekatan serupa dapat diaplikasikan di wilayah kepulauan lain yang memiliki jumlah siswa terbatas. Ia mencontohkan kondisi di sebuah pulau di Raja Ampat dengan 115 murid, di mana terdapat dapur umum CSR Pertamina. Fasilitas semacam ini, menurut Nanik, sangat potensial untuk dimanfaatkan guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis tanpa harus membangun fasilitas baru di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Nanik menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian integral dari strategi efisiensi anggaran pemerintah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak sepenuhnya bergantung pada pembangunan infrastruktur baru yang memerlukan pembiayaan besar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Inisiatif ini menggarisbawahi komitmen BGN untuk menghadirkan makanan bergizi secara merata dan berkelanjutan bagi anak-anak Indonesia, melalui pemanfaatan sumber daya yang ada dan pengelolaan anggaran yang bijaksana.












