
Heru Widodo menjelaskan dari Bakauheni bahwa gelombang puncak pertama memang terjadi pada tanggal tersebut, dan pihaknya memprediksi akan ada lonjakan arus balik kedua yang signifikan pada tanggal 28-29 Maret 2026. Ini menunjukkan bahwa mobilitas pemudik masih sangat tinggi pasca-Lebaran.
Hingga saat ini, Pelabuhan Bakauheni masih dipadati oleh ribuan pemudik yang terus berdatangan. Kondisi ini menyebabkan sejumlah kantong parkir dermaga serta ruang tunggu penumpang terisi penuh, menggambarkan antusiasme masyarakat untuk kembali ke daerah asal maupun tujuan.
Dalam menghadapi tingginya volume perjalanan laut ini, Heru menambahkan bahwa ASDP terus menjalin koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca secara akurat. Imbauan tegas juga disampaikan kepada seluruh pengguna jasa agar senantiasa mengedepankan aspek keselamatan selama perjalanan di laut, mengingat pentingnya kewaspadaan di tengah kondisi cuaca yang dinamis.
Jalur penyeberangan Bakauheni-Merak yang menghubungkan Pulau Sumatera dan Jawa ini memang memegang peran strategis sebagai urat nadi vital, tidak hanya dalam mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga kelancaran distribusi logistik nasional. Menyadari pentingnya kelancaran dan efisiensi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah memberlakukan sistem single tarif untuk angkutan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, yang mulai berlaku efektif sejak 23 Maret 2026.
Melalui kebijakan single tarif ini, Heru menegaskan bahwa tarif layanan eksekutif diberlakukan setara dengan tarif reguler. Artinya, sebanyak tujuh dermaga akan menerapkan tarif reguler sepanjang periode arus balik, yaitu dari tanggal 23 hingga 29 Maret 2026, memastikan pelayanan yang lebih seragam dan terjangkau bagi para pemudik.
Langkah-langkah strategis yang diambil ASDP ini sejalan dengan berbagai siasat pemerintah dalam mengantisipasi lonjakan pemudik jalur laut, termasuk upaya untuk mengoptimalkan kapasitas layanan dan menjaga kelancaran operasional di semua pelabuhan demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.












