Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026, hingga Minggu pagi, 8 Maret 2026, telah menyebabkan bencana banjir yang meluas di berbagai wilayah DKI Jakarta. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat peningkatan signifikan jumlah area terdampak, dengan total 148 Rukun Tetangga (RT) dan 20 ruas jalan terendam air.
Jumlah ini menunjukkan eskalasi dari laporan sebelumnya yang mencakup 75 RT dan 19 ruas jalan. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi data terkini tersebut. Menurut pantauan hingga pukul 12.00 WIB pada Minggu, 8 Maret 2026, genangan air masih meliputi 148 RT dan 20 jalan di ibu kota.
Wilayah-wilayah yang paling terdampak oleh banjir ini tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, masing-masing dengan karakteristik dan tingkat keparahan yang bervariasi.
Di Jakarta Barat, sebanyak 33 RT di 10 kelurahan mengalami genangan air dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 100 sentimeter. Kelurahan-kelurahan yang terdampak antara lain Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Jelembar Baru, Kebon Jeruk, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, Sukabumi Selatan, Joglo, Kembangan Selatan, dan Kembangan Utara.
Sementara itu, Jakarta Selatan menghadapi situasi yang tidak kalah serius dengan 55 RT di 8 kelurahan terendam banjir. Fenomena ini disebabkan oleh kombinasi curah hujan yang tinggi dan luapan sejumlah sungai. Kelurahan yang terdampak meliputi Cipete Utara, Petogogan, Cipulir, Pela Mampang, Duren Tiga, Cilandak Timur, Pejaten Barat, dan Ulujami. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 30 hingga 150 sentimeter. Akibatnya, evakuasi warga tak terhindarkan, tercatat 46 Kepala Keluarga (KK) atau 72 jiwa di RT13 RW08 Pejaten Barat harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Petogogan menjadi kelurahan yang paling luas terdampak di Jakarta Selatan, dengan 39 RT terendam banjir setinggi 70 cm, dipicu oleh curah hujan ekstrem serta luapan Kali Krukut dan Kali PHB Nipam.
Jakarta Timur mencatat jumlah RT terdampak paling banyak. Sebanyak 60 RT di 8 kelurahan terendam banjir dengan tinggi rata-rata 50 hingga 90 sentimeter. Kelurahan yang menghadapi musibah ini adalah Kampung Rambutan, Pondok Bambu, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cipinang Melayu, dan Halim Perdanakusumah.
Selain permukiman, sejumlah ruas jalan utama dan sekunder juga tak luput dari genangan air hingga pukul 12.00 WIB. Daftar jalan yang terendam meliputi Jalan Srengseng Raya, Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Perumahan Green Garden (MCD) Kedoya Utara, Jalan Meruya Selatan, Jalan Daan Mogot (Depan Victoria), Jalan Daan Mogot Halte Taman Kota, Jalan Kapten Pierre Tendean, Jalan Cileduk Raya (Seskoal), Jalan Cileduk Raya (Kolong ITC), dan Jalan Cileduk Raya (Pom Bensin Shell).
Daftar genangan jalan berlanjut ke Jalan Bintaro Permai Raya (H. Gari), Jalan Beo Pesanggrahan, Jalan Swadarma Raya, Jalan Puri Kembangan (Depan Sekolah SMK Budi Murni), Jalan Kramat Raya, Jalan Rawa Indah Pegangsaan Dua, Jalan Karet Pasar Baru Barat I Karet Tengsin, Jalan Petamburan II, dan Jalan Bendungan Hilir. Ketinggian air yang merendam ruas-ruas jalan ini berkisar antara 10 hingga 40 sentimeter, yang sebagian besar disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi.
Menanggapi situasi ini, BPBD DKI Jakarta telah sigap mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. BPBD juga berkoordinasi erat dengan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Gulkarmat. Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan penyedotan genangan secara cepat dan memastikan fungsi tali-tali air tetap optimal, didukung penuh oleh para lurah dan camat setempat.
Lebih lanjut, BPBD tidak hanya fokus pada penanganan genangan, tetapi juga menyiapkan kebutuhan dasar bagi para penyintas atau korban terdampak. Dengan segala upaya yang dikerahkan, genangan air ditargetkan dapat surut dalam waktu sesingkat mungkin, sehingga aktivitas warga dapat kembali normal.













