News Stream Pro – JAKARTA. Industri reksadana di Indonesia terus menunjukkan ketahanan yang kuat, bahkan di tengah dinamika pasar keuangan global yang sarat ketidakpastian. Menurut Sucor Asset Management (Sucor AM), kondisi geopolitik yang bergejolak menjadi faktor utama pemicu volatilitas pasar saat ini.
Perubahan kebijakan tarif oleh Amerika Serikat (AS) dan konflik yang terus memanas di Timur Tengah telah memicu kenaikan harga minyak, berujung pada peningkatan volatilitas signifikan di pasar saham dan obligasi global. Gejolak ini tidak hanya berdampak pada sentimen pasar secara luas, tetapi juga secara tidak langsung memengaruhi kinerja produk reksadana secara keseluruhan.
Direktur Investasi Sucor AM, Dimas Yusuf, menegaskan bahwa pengaruh situasi geopolitik global terhadap pergerakan pasar keuangan memang tidak dapat disangkal. “Kondisi tersebut turut meningkatkan volatilitas di pasar saham maupun obligasi yang pada akhirnya berimbas pada kinerja produk reksadana,” jelas Dimas dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Meskipun demikian, ada kabar baik: minat investor terhadap produk reksadana tetap tinggi. Data Infovesta menunjukkan adanya peningkatan nilai dana kelolaan industri reksadana sekitar 5% dari akhir 2025 hingga Februari 2026, menandakan kepercayaan investor yang terjaga.
Preferensi Investor Ritel Bergeser, Reksadana Pendapatan Tetap Kian Dilirik
Menyikapi fluktuasi pasar global, Sucor AM mengedepankan strategi pengelolaan portofolio yang disiplin, dengan fokus pada manajemen risiko tanpa mengabaikan potensi imbal hasil optimal. Untuk saham, perusahaan memprioritaskan investasi pada emiten-emiten dengan fundamental kokoh dan valuasi menarik, termasuk yang tergabung dalam indeks LQ45, IDX30, dan IDXBUMN.
Sementara itu, pada produk reksadana berbasis obligasi atau pendapatan tetap, Sucor AM menerapkan pengelolaan durasi secara bertahap, menyesuaikan dengan dinamika pasar terkini. Alokasi investasi dipusatkan pada obligasi korporasi yang telah melewati analisis kualitas kredit ketat, mempertimbangkan fundamental yang solid, profil risiko terukur, serta likuiditas yang memadai.
Di tengah volatilitas pasar saat ini, Sucor AM juga mengidentifikasi berbagai peluang investasi yang dapat dimanfaatkan, terutama bagi investor yang memiliki tujuan jangka panjang dan profil risiko agresif. Pendekatan proaktif ini memungkinkan investor untuk tetap meraih potensi keuntungan.
Rotasi Saham Blue Chip dan Komoditas Dorong Kinerja Reksadana di Awal Tahun
Untuk mengoptimalkan potensi imbal hasil dan memanfaatkan momentum pelemahan pasar, Sucor AM secara konsisten menjaga likuiditas portofolio pada tingkat yang memadai. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk bereaksi cepat terhadap perubahan pasar dan menangkap peluang terbaik bagi investor.
Momentum investasi diperkirakan akan semakin meningkat menjelang Lebaran, seiring dengan penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) oleh masyarakat. Periode ini kerap dimanfaatkan sebagian masyarakat untuk merencanakan keuangan mereka dan mengalokasikan dana ke berbagai instrumen investasi.
Dimas Yusuf kembali menyampaikan bahwa bulan Ramadan seringkali menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat untuk memulai atau meningkatkan investasi. Meskipun demikian, ia menekankan pentingnya setiap keputusan investasi harus didasari oleh pertimbangan kondisi makroekonomi, dinamika pasar, serta tujuan dan profil risiko investor pribadi.
Sebagai pilihan, reksadana pasar uang seperti Sucorinvest Money Market Fund dapat menjadi solusi ideal bagi investor yang memprioritaskan stabilitas dan likuiditas. Selain itu, banyak investor juga memanfaatkan kondisi pasar yang fluktuatif untuk melakukan akumulasi investasi secara bertahap melalui strategi Dollar Cost Averaging, guna meredam dampak volatilitas dan membangun portofolio jangka panjang yang kuat.













