JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri sesi perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja yang positif. Pada Selasa, 30 Desember 2025, IHSG ditutup menguat tipis 0,03% dan bertengger di level 8.646,93. Capaian ini menunjukkan ketahanan pasar saham domestik yang kuat, bahkan di tengah berbagai dinamika global yang terus bergejolak, sekaligus menjadi penutup yang optimis menjelang dimulainya tahun perdagangan 2026.
Menyongsong dimulainya perdagangan awal tahun pada Jumat, 2 Januari 2026, pasar telah dipenuhi dengan berbagai proyeksi dari para ahli. Meskipun optimisme mencuat, para analis memproyeksikan IHSG akan bergerak konsolidatif di awal tahun 2026. Namun, prospek bullish jangka panjang dinilai tetap terjaga, memberikan harapan bagi investor untuk peluang pertumbuhan di tahun mendatang. Antusiasme pasar semakin meningkat seiring dengan sejumlah rekor yang berhasil dicetak IHSG sepanjang tahun. Investor kini menantikan momen penting, yakni kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) 2026, yang diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi iklim investasi domestik.
Dalam suasana yang penuh harapan namun juga kehati-hatian, sejumlah analis dari berbagai sekuritas telah merilis rekomendasi saham berbasis analisis teknikal. Beberapa saham unggulan dinilai masih memiliki potensi pergerakan menarik, baik untuk strategi beli guna mengakumulasi keuntungan maupun untuk antisipasi koreksi jangka pendek. Berikut adalah rangkuman rekomendasi saham teknikal dari para analis terkemuka untuk perdagangan saham Jumat, 2 Januari 2026:
1. PT Astra International Tbk (ASII)
Saham PT Astra International Tbk (ASII) berhasil ditutup menguat 0,37% secara harian ke level Rp 6.700 pada perdagangan Selasa (30/12/2025). Secara teknikal, pergerakan saham ASII masih menunjukkan tren bullish yang solid, berada di atas indikator MA50 di level Rp 6.450. Dengan indikator MACD yang berpotensi membentuk golden cross, peluang penguatan lanjutan untuk saham ini masih sangat terbuka lebar. Investor disarankan untuk memperhatikan target resistance ASII di area Rp 7.000, sambil membatasi risiko penurunan di level support Rp 6.400.
Rekomendasi: Buy
Support: Rp 6.400
Resistance: Rp 7.000
Analis: Oktavianus Audi, Kiwoom Sekuritas Indonesia
2. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL)
Pada saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), muncul pola inverted hammer yang mengindikasikan potensi pembalikan arah. Indikator stochastic tercatat menurun, meskipun disertai peningkatan volume perdagangan. Kondisi ini membuat saham NCKL rawan mengalami koreksi apabila gagal menembus area resistance krusial di 1.135–1.175. Adapun level support saham NCKL diproyeksikan berada di level Rp 1.030. Saham ini sendiri ditutup di level Rp 1.125 pada perdagangan Selasa (30/12/2025).
Rekomendasi: Sell on Strength
Support: Rp 1.030
Resistance: Rp 1.205
Analis: Achmad Yaki, BCA Sekuritas
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)
Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mengakhiri perdagangan Selasa (30/12/2025) dengan penguatan 0,80% ke level Rp 1.260. Secara teknikal, AKRA berpotensi melanjutkan penguatan menuju titik F seiring dengan kondisi kumo yang masih positif. Selain itu, indikator chikou span mulai bergerak naik, menandakan bahwa potensi kenaikan harga saham AKRA masih tetap terbuka, baik dalam jangka pendek maupun menengah. Para investor dapat mempertimbangkan saham ini untuk akumulasi.
Rekomendasi: Accumulative Buy
Support: Rp 1.220
Resistance: Rp 1.320
Analis: Nafan Aji Gusta, Mirae Asset Sekuritas









