News Stream Pro – JAKARTA. Pada penutupan perdagangan Kamis, 12 Maret 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi dengan koreksi signifikan, melemah 27,28 poin atau setara 0,37%, dan berakhir di level 7.362,11. Penurunan ini mencerminkan sentimen pasar yang kurang kondusif pada hari tersebut, menandai tekanan yang dihadapi bursa saham domestik.
Pergerakan negatif IHSG ini didorong oleh dominasi saham-saham yang terkoreksi. Tercatat, dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 461 saham mengalami penurunan harga. Kondisi ini berbanding terbalik dengan hanya 211 saham yang berhasil menguat, sementara 149 saham lainnya terpantau stagnan tanpa perubahan berarti.
Kelesuan pasar juga tampak jelas pada performa sektoral. Mayoritas, tepatnya sembilan dari sebelas indeks sektoral, harus rela tergelincir ke zona merah, sejalan dengan pelemahan IHSG secara umum.
Meski demikian, ada sedikit asa datang dari dua indeks sektoral yang mampu mempertahankan diri di zona hijau. Sektor Teknologi menjadi penyelamat dengan kenaikan impresif sebesar 0,91%, disusul oleh sektor Keuangan yang juga tipis menguat 0,03%.
Di sisi lain, beberapa sektor menunjukkan pelemahan yang cukup dalam. Sektor Barang Baku mencatat koreksi paling tajam, anjlok 1,44%. Tak jauh berbeda, sektor Properti juga turut tertekan dengan penurunan 1,38%, diikuti oleh sektor Infrastruktur yang terkoreksi 1,08%.
Aktivitas perdagangan hari ini mencatatkan volume yang substansial, dengan total 26,41 miliar saham berpindah tangan di bursa. Nilai transaksi keseluruhan mencapai angka Rp 12,65 triliun, menunjukkan tingkat partisipasi investor yang tetap tinggi meskipun pasar sedang terkoreksi.
Kondisi pasar saham yang lesu ini turut sejalan dengan pergerakan mata uang domestik. Sebelumnya, nilai tukar Rupiah juga terpantau mengalami pelemahan, mencapai level Rp 16.893 per Dolar AS. Para analis kini menyoroti proyeksi pergerakan Rupiah untuk perdagangan Jumat (13/3), menyusul tekanan yang dialaminya.
Di tengah sentimen negatif, beberapa saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 berhasil mencuri perhatian sebagai top gainers hari ini. Peringkat teratas ditempati oleh PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang melesat 6,38%. Diikuti oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan kenaikan 5,71%, serta PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang menguat 5,62%.
Sementara itu, daftar saham yang menjadi top losers di indeks LQ45 pada sesi pertama perdagangan mencakup nama-nama besar. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) memimpin pelemahan dengan koreksi 6,42%. Disusul oleh PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 6,23%, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan penurunan 5,73%.













