JAKARTA – Pasar modal Indonesia menghadapi tekanan signifikan pada perdagangan hari kedua Juni 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk parah, terbebani oleh pelemahan nilai tukar rupiah dan sentimen negatif yang datang dari dinamika ekonomi domestik maupun global.
Mengutip data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG terperosok tajam sebesar 4,11% atau kehilangan 254 poin, sehingga ditutup di level 5.941,06 pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026). Sepanjang hari perdagangan, pergerakan IHSG terpaku di zona merah, dengan level terendah sempat menyentuh 5.841 dan level tertinggi mencapai 6.213.
Kondisi pasar yang memburuk tercermin dari seluruh sektor yang kompak melemah. Penurunan terdalam dialami oleh sektor barang baku yang anjlok 9,05%. Disusul kemudian oleh sektor energi yang merosot 5,61%, infrastruktur 5,05%, kesehatan 4,36%, transportasi 4,15%, dan barang konsumer primer 3,99%.
Sementara itu, sektor-sektor lainnya juga tak luput dari koreksi. Sektor perindustrian melorot 3,54%, properti dan real estate 3,48%, konsumer non primer 3,23%, teknologi 2,93%, serta sektor keuangan yang turun paling rendah sebesar 1,76%.
Volume perdagangan saham di BEI pada hari ini terbilang besar, mencapai 39,66 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 24,99 triliun. Namun, data ini didominasi oleh pergerakan negatif, di mana sebanyak 692 saham terpantau melemah dan menjadi pemberat indeks. Hanya 69 saham yang berhasil menguat, sementara 54 saham lainnya stagnan.
Tekanan semakin terasa dengan kembalinya investor asing yang membukukan penjualan bersih (net sell) jumbo mencapai Rp 1,39 triliun di seluruh pasar. Fenomena net sell asing ini memperkuat indikasi adanya kekhawatiran investor terhadap prospek pasar Indonesia dalam jangka pendek.
Meskipun demikian, di tengah tekanan jual yang masif, investor asing ternyata juga masih selektif dalam berburu saham-saham tertentu. Beberapa emiten justru menjadi incaran dan berhasil mencatatkan pembelian bersih oleh asing.
Dengan melihat kondisi pasar yang sangat bearish ini, proyeksi untuk perdagangan Kamis (4/6) menunjukkan potensi IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya. Investor disarankan untuk tetap waspada dan mencermati setiap perkembangan yang ada.
Berikut adalah 10 saham yang banyak diburu (net buy) oleh investor asing pada penutupan perdagangan Rabu (3/6):
1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai net buy Rp 240,41 miliar
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) dengan nilai net buy Rp 112,18 miliar
3. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dengan nilai net buy Rp 103,13 miliar
4. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) dengan nilai net buy Rp 95,49 miliar
5. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dengan nilai net buy Rp 84,54 miliar
6. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan nilai net buy Rp 74,78 miliar
7. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan nilai net buy Rp 72,14 miliar
8. PT Timah Tbk (TINS) dengan nilai net buy Rp 70,9 miliar
9. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan nilai net buy Rp 65,94 miliar
10. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dengan nilai net buy Rp 49,46 miliar
BUMI Chart by TradingView













