KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Raksasa keuangan global, Morgan Stanley and Co International Plc, menunjukkan minat besar dengan terus menambah kepemilikan sahamnya di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), perusahaan pengelola jaringan minimarket terkemuka Alfamart. Langkah strategis ini mencerminkan kepercayaan investor institusional terhadap prospek AMRT di pasar modal.
Berdasarkan informasi keterbukaan yang dirilis pada Rabu (3/6/2026), Morgan Stanley tercatat telah mengakuisisi sebanyak 179.137.756 lembar saham AMRT. Pembelian masif ini dilakukan pada harga pelaksanaan Rp 1.151 per saham.
Total nilai investasi yang digelontorkan Morgan Stanley untuk aksi korporasi ini mencapai sekitar Rp 206 miliar. Transaksi pembelian saham AMRT tersebut dilaporkan telah rampung pada Jumat (29/6/2026) lalu.
Menariknya, pada hari yang sama saat melakukan pembelian signifikan, Morgan Stanley juga melepas sebagian kecil kepemilikannya. Tercatat, sebanyak 1.293.000 saham AMRT dijual dengan harga Rp 1.346 per saham, menghasilkan nilai divestasi sebesar Rp 1,74 miliar.
Manajemen AMRT menjelaskan bahwa baik pembelian maupun penjualan saham AMRT tersebut bertujuan untuk investasi langsung, dengan status kepemilikan saham adalah langsung. Melalui serangkaian transaksi ini, kepemilikan Morgan Stanley atas saham AMRT kini bertambah signifikan, mencapai total 3.827.302.196 lembar saham, dari posisi sebelumnya 3.649.457.440 lembar.
Aksi borong saham oleh Morgan Stanley ini terjadi di tengah dinamika pasar yang patut dicermati. Pada penutupan perdagangan Rabu (3/6/2026), harga saham AMRT tercatat berada di level Rp 1.350 per saham. Meski demikian, sepanjang tahun berjalan, pergerakan harga saham Alfamart telah mengalami koreksi yang cukup dalam, anjlok hingga 31,65%.
Pergerakan harga saham yang volatil ini kontras dengan kinerja fundamental perusahaan yang kuat. Melansir laporan keuangan per Kamis (4/5/2026), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk berhasil mencatat penjualan bersih yang impresif. Pada kuartal I-2026, penjualan bersih AMRT mencapai Rp 35,24 triliun, meningkat 7,53% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 32,77 triliun.
 AMRT Chart by TradingView Â
Pencapaian positif juga terlihat dari sisi profitabilitas. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, atau yang dikenal sebagai laba bersih AMRT, melesat hingga Rp 1,07 triliun di awal tahun 2026. Angka ini merepresentasikan peningkatan sebesar 10,29% yoy dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp 975,11 miliar.
Konsistensi Morgan Stanley dalam mengoleksi saham AMRT, diiringi oleh kinerja keuangan perusahaan yang solid, mengindikasikan prospek jangka panjang yang menarik bagi investor, meskipun di tengah gejolak pasar saat ini.













