News Stream Pro JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menorehkan performa cemerlang dengan ditutup melesat pada perdagangan Kamis (5/3/2026), membalikkan tren penurunan tajam yang terjadi sehari sebelumnya. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi pasar modal Indonesia setelah sempat terkoreksi.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG melonjak signifikan sebesar 1,76%, menambahkan 133,47 poin ke level 7.710,53 pada penutupan sesi perdagangan. Sepanjang hari perdagangan tersebut, pergerakan IHSG berada dalam rentang terendah 7.678 dan tertinggi 7.765, menunjukkan volatilitas namun dengan kecenderungan menguat yang dominan.
Aktivitas perdagangan di BEI pada hari Kamis juga menunjukkan antusiasme yang tinggi. Total volume perdagangan saham mencapai 34,45 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi menembus angka Rp 17,94 triliun. Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja positif 597 saham, sementara 125 saham lainnya melemah, dan 96 saham bergerak stagnan tanpa perubahan berarti.
Meskipun pasar menunjukkan penguatan, investor asing masih membukukan penjualan bersih (net sell) sebesar Rp 210 miliar di seluruh pasar. Fenomena ini menarik, menunjukkan dinamika kompleks di pasar modal Indonesia di mana meskipun asing secara agregat melepas saham, perhatian mereka terfokus pada beberapa emiten pilihan. Pergerakan ini kontras dengan beberapa hari sebelumnya, di mana investor asing sempat membukukan pembelian bersih (net buy) jumbo pada Selasa (3/3). Bahkan, pada perdagangan sehari sebelumnya, saat IHSG mengalami penurunan 1,04%, investor asing juga tercatat kembali melakukan pembelian bersih atas saham-saham tertentu. Namun, pada perdagangan Kamis ini, meskipun secara agregat mereka melepas saham, sejumlah saham tertentu justru banyak diborong.
Salah satu yang menarik perhatian adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang masuk daftar pertama sebagai saham paling banyak dikoleksi asing. Pembelian ini menandai pergeseran, mengingat sebelumnya investor asing cenderung terus melepas saham milik Grup Djarum tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya pandangan positif atau momentum tertentu yang membuat BBCA kembali diminati.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai pembelian bersih (net buy) terbesar oleh investor asing pada perdagangan Kamis:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 148,24 miliar
2. PT Astra International Tbk (ASII): Rp 90,82 miliar
3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG): Rp 81,64 miliar
4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Rp 70,45 miliar
5. PT Bukit Asam Tbk (PTBA): Rp 52,94 miliar
6. PT United Tractors Tbk (UNTR): Rp 40,06 miliar
7. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 28,37 miliar
8. PT MD Entertainment Tbk (FILM): Rp 26,87 miliar
9. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): Rp 17,22 miliar
10. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp 15,0 miliar
Dengan rebound signifikan dan minat asing yang selektif pada saham-saham unggulan, pergerakan IHSG pada Kamis ini memberikan gambaran pasar yang dinamis dan berpotensi untuk melanjutkan momentum positif di sesi perdagangan berikutnya. Investor domestik dan asing terus memantau pergerakan pasar untuk mencari peluang investasi.













