JAKARTA, KOMPAS.com – Komika kenamaan, Pandji Pragiwaksono, dengan tegas menyatakan tidak sedikit pun menyesali keputusannya untuk menayangkan pertunjukan stand up comedy spesial bertajuk “Mens Rea” di platform Netflix. Meskipun materi dalam pertunjukan tersebut memicu gelombang kontroversi hingga berujung pada pelaporan polisi, Pandji justru mengaku berbahagia dan puas karena cita-citanya agar karyanya disaksikan banyak orang telah tercapai.
“Gue bahkan happy, happy banget, sangat happy. Positifnya jauh lebih besar dari negatifnya,” ungkap Pandji Pragiwaksono dalam siaran langsung di akun Instagram pribadinya pada Jumat (9/1/2026) lalu, menggambarkan pandangannya terhadap polemik yang muncul.
Sejak awal proses kreatifnya, Pandji memang telah mematok target agar “Mens Rea” dapat diakses secara maksimal tanpa batasan audiens. Penayangan di Netflix pada 27 Desember 2025 menjadi medium strategis baginya untuk meraih tujuan tersebut, yaitu menjangkau penonton sebanyak-banyaknya. Seperti yang ia tuturkan, “Karena dari gue bikin Mens Rea, gue bercita-cita supaya sebanyak-banyaknya orang yang nonton Mens Rea.”
Pandji sepenuhnya menyadari bahwa keputusan untuk mengangkat isu-isu sensitif pasca-Pemilu 2024, kritik tajam terhadap pejabat publik, serta bahasan sosial-politik yang mendalam, pasti akan menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pengalaman Pandji sebagai komika yang kerap menyuarakan observasi sosial-politik tajam memberinya pemahaman akan dinamika ini. “Gue sudah tahu pasti akan ada yang suka dan akan ada yang nggak suka. Itu sangat biasa,” imbuhnya, menunjukkan kematangan dalam menghadapi beragam respons publik.
Namun, popularitas “Mens Rea” yang meluas ternyata juga diikuti oleh konsekuensi hukum. Pada Rabu (7/1/2026), Pandji Pragiwaksono resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pelaporan ini diajukan oleh gabungan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah atas dugaan pencemaran nama baik. Pihak pelapor menilai bahwa beberapa materi dalam pertunjukan itu dianggap merendahkan pihak tertentu dan berpotensi memicu kegaduhan sosial. Penting dicatat, terkait pelaporan oleh Aliansi Muda Muhammadiyah ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah sikap resmi organisasi mereka.
Meluasnya polemik ini bahkan menarik perhatian tokoh senior dunia hiburan, salah satunya Indro Warkop, yang turut menanggapi kontroversi seputar “Mens Rea”, menandakan dampak luas dari pertunjukan tersebut. Pihak kepolisian juga telah menerima barang bukti berupa rekaman materi yang disampaikan Pandji selama pertunjukan berlangsung, sebagai bagian dari proses penyelidikan yang berjalan.
Sebagai informasi, “Mens Rea” adalah pertunjukan spesial Pandji yang disajikan tanpa sensor. Di dalamnya, Pandji menyuguhkan observasi tajam mengenai peta perpolitikan tanah air dan kondisi demokrasi terkini, dibalut dengan gaya komedi satire yang khas. Hingga saat ini, Pandji tampaknya memilih untuk tetap menikmati setiap respons publik terhadap karyanya, sambil cermat mengikuti perkembangan proses hukum yang sedang berjalan.













