Polres Jakarta Timur berhasil meringkus pria berinisial JM (31), seorang pelaku pemukulan terhadap tiga pegawai SPBU Cipinang, Jakarta Timur. Penangkapan ini mengungkap serangkaian pengakuan palsu dari JM, termasuk klaim dirinya sebagai aparat penegak hukum.
Ketika digelandang ke Polres Jakarta Timur, pelaku JM langsung diinterogasi oleh Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurizal. Terlihat JM mengenakan kaus dan celana pendek berwarna hitam saat menjalani pemeriksaan awal.
Dalam interogasi tersebut, Kombes Alfian menanyakan alasan JM menggunakan TNKB palsu. Tanpa ragu, JM menjawab, “Siap, untuk mengisi Pertalite, Pak.” Pengakuan ini menyoroti modus JM untuk memuluskan niatnya mendapatkan bahan bakar bersubsidi tersebut.
Lebih lanjut, Alfian menggali motif di balik penganiayaan terhadap petugas SPBU Cipinang. JM berdalih bahwa ia ditarik bajunya oleh salah seorang petugas. “Karena ditarik, Pak, baju saya, Pak,” ujarnya mencoba membela diri.
Namun, hasil pengecekan yang dilakukan oleh Kapolres Alfian Nurizal membantah keras pengakuan JM. Alfian menegaskan bahwa petugas SPBU tidak pernah menarik baju pelaku. “Malah sebaliknya, kamu yang menarik baju,” tegas Alfian, menguak fakta sebenarnya di lapangan.
Ngaku Mobil Jenderal
Tak hanya sampai di situ, penyelidikan juga mengungkap kebohongan lain dari JM. Ia sengaja mengaku bahwa kendaraan yang dikendarainya adalah mobil jenderal. Kombes Alfian kembali mencecar pertanyaan, “Kenapa kamu mengaku mobil jenderal?”
Dengan enteng, JM kembali menjawab, “Biar diisi Pertalite, Pak.” Pengakuan ini semakin memperjelas upaya manipulatif JM untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menyalahgunakan nama institusi dan status palsu.
Saat ini, pelaku JM telah resmi ditahan di Mapolres Jakarta Timur. Penegasan dari pihak kepolisian memastikan bahwa JM bukanlah oknum aparat, seperti yang ia klaim, melainkan seorang warga sipil yang terlibat dalam tindak penganiayaan dan serangkaian kebohongan demi kepentingannya sendiri.














