Sehari setelah kepergian Lula Lahfah pada Sabtu (24/1/2026), jagat maya dipenuhi berbagai asumsi liar terkait penyebab kematiannya. Kondisi ini mendorong pihak kepolisian untuk mengambil sikap tegas, sekaligus menenangkan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Merespons derasnya gelombang spekulasi dan beredarnya foto-foto tidak pantas terkait penyebab kematian Lula Lahfah, yang diketahui juga merupakan kekasih Reza Arap, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, secara tegas meminta publik untuk menghormati perasaan duka keluarga besar mendiang. Ia menekankan pentingnya empati di tengah suasana berkabung. “Empati atas duka cita yang terjadi, termasuk (jangan) menyebarkan foto almarhum serta asumsi yang kurang baik. Alangkah baiknya kita mendoakan agar almarhumah tenang di alam sana,” ujar Kombes Budi, dikutip dari Kompas.com pada Minggu (25/1/2026).
Penyelidikan mendalam segera dilakukan oleh pihak kepolisian setelah menerima laporan. Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menjelaskan bahwa petugas keamanan apartemen tempat Lula tinggal menerima laporan mengenai kondisi korban sekitar pukul 18.44 WIB. Tim olah TKP yang tiba di lokasi menemukan Lula Lahfah tergeletak di atas kasur, dalam posisi tidur telentang berselimut, mengenakan kaus putih dan celana pendek hitam. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti penting, termasuk obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI, mengindikasikan bahwa mendiang memiliki riwayat kesehatan tertentu.
Hingga kini, penyidik gabungan terus berupaya mengungkap fakta di balik insiden tragis ini, dengan memeriksa saksi-saksi dan menelusuri setiap barang bukti yang ditemukan di TKP. Dari pemeriksaan luar yang dilakukan tim dokter, secara umum tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh Lula Lahfah. Meski demikian, kepolisian menegaskan tidak akan berspekulasi mengenai penyebab kematian pasti sebelum hasil uji laboratorium yang komprehensif selesai dan diumumkan.
Mengingat besarnya perhatian publik terhadap misteri penyebab kematian Lula Lahfah, Kombes Pol Budi Hermanto memastikan bahwa pihak kepolisian akan segera menyampaikan hasil uji laboratorium kepada masyarakat luas. “Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik,” pungkas Budi, menekankan komitmen transparansi dalam kasus yang menarik banyak perhatian ini.












