KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Sektor otomotif Indonesia menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang signifikan pada awal tahun 2026, memicu optimisme di berbagai lini bisnis terkait. Penjualan mobil secara wholesales, yaitu dari pabrik ke dealer, mencatatkan peningkatan impresif sebesar 22,1% pada Februari 2026, mencapai sekitar 81.159 unit dibandingkan bulan Januari sebelumnya. Lonjakan ini tidak hanya terbatas pada skala bulanan; secara tahunan, penjualan mobil pada Februari 2026 juga tumbuh 12,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan positif ini didorong oleh berbagai pameran otomotif yang sukses menarik minat masyarakat serta meningkatnya kebutuhan kendaraan menjelang periode Hari Raya. Dengan tren yang menggembirakan ini, target penjualan mobil nasional pada tahun 2026 dipatok sekitar 850.000 unit.
Di tengah geliat bangkitnya industri otomotif, PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), perusahaan yang berfokus pada bisnis perbaikan kaki-kaki mobil, turut merasakan dampak positifnya. Peningkatan penjualan mobil dan kebutuhan masyarakat untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima, khususnya saat musim mudik Lebaran, secara langsung mendorong permintaan layanan perbaikan kendaraan terhadap perusahaan.
Direktur Utama sekaligus Pendiri Jantra Grupo Indonesia, Imam Sujono, menegaskan bahwa perusahaan telah mencatat tren positif yang konsisten dari tahun ke tahun, baik dari sisi pertumbuhan jumlah kendaraan yang dilayani maupun peningkatan pendapatan musiman saat Lebaran. Pada tahun 2023, KAQI berhasil melayani 20.985 unit mobil dengan kontribusi pendapatan mencapai sekitar Rp 50 miliar. Angka ini terus meningkat pada tahun 2024, di mana jumlah mobil yang dilayani mencapai 23.646 unit dengan pendapatan yang melonjak menjadi Rp 57,5 miliar. Tren pertumbuhan yang solid ini berlanjut hingga tahun 2025, dengan 28.336 unit mobil berhasil diservis, seiring dengan pertumbuhan pendapatan yang juga positif. Menurut Imam, performa cemerlang pada tahun 2025 dan proyeksi untuk 2026 didukung kuat oleh faktor musiman Lebaran serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.
Tren kinerja positif ini juga sejalan dengan gambaran optimisme pasar yang lebih luas di periode yang sama. Misalnya, emiten Aguan, Bangun Kosambi Sukses (CBDK), turut mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 47,52% pada tahun 2025, menandakan iklim bisnis yang kondusif bagi pertumbuhan korporasi.
Khusus untuk periode Lebaran tahun 2026, KAQI memperkirakan rerata pendapatan harian perusahaan dapat meningkat signifikan, sekitar 10% hingga 20%. Proyeksi ambisius ini didorong oleh strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran, termasuk program undian “AMBYAR” dengan hadiah fantastis hingga Rp 1 miliar. Imam Sujono menyampaikan rasa bangganya, “Kami bangga dapat melayani para pemudik dengan layanan terbaik yang kami miliki, serta jaringan cabang yang semakin luas sehingga momen Lebaran pelanggan kami dengan para keluarga dan handai taulan dapat lebih berarti.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan resmi pada Senin, 16 Maret 2026.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025, manajemen KAQI juga menunjukkan optimisme tinggi terhadap kinerja perusahaan yang diprediksi akan mencatatkan lonjakan signifikan. Dengan berbagai strategi bisnis yang agresif serta peningkatan efisiensi operasional yang berkelanjutan, KAQI menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 30% hingga 40%. Namun, Imam menambahkan, “Namun secara objektif kami masih menunggu hasil audit final yang akan segera disampaikan kepada regulator, masyarakat, dan investor dalam waktu dekat.” Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap transparansi dan akuntabilitas.












