News Stream Pro JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi tekanan jual masif pada awal pekan ini. Sentimen negatif yang memicu gejolak pasar antara lain berasal dari pelemahan nilai tukar rupiah dan berkurangnya kepercayaan investor asing terhadap konsistensi arah kebijakan pemerintah, yang secara kolektif menekan kinerja pasar saham domestik.
Berdasarkan data yang dihimpun Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ditutup melemah signifikan 4,52% atau kehilangan 252 poin, berada di level 5.342,62 pada perdagangan Senin (8/6/2026). Penurunan tajam ini menandai kelanjutan tren bearish yang mendominasi pasar.
Kinerja buruk ini melanjutkan tren pelemahan yang telah terjadi sebelumnya. Pasar saham domestik telah menunjukkan tekanan signifikan, dengan IHSG sempat ambruk 8,73% ke level 5.594 pada pekan pertama Juni 2026, bahkan sempat mencatat koreksi 4,19% di akhir pekan sebelumnya akibat aksi jual investor asing yang masif.
Koreksi harga saham terasa merata di seluruh sektor, mencerminkan tekanan jual yang meluas di lantai bursa. Sektor perindustrian menjadi yang paling terpukul dengan anjlok 6,39%. Disusul oleh sektor infrastruktur yang merosot 6,29%, transportasi dan logistik 5,58%, teknologi 4,68%, kesehatan 4,44%, serta barang konsumsi primer 4,36%.
Tekanan jual juga melanda sektor-sektor lainnya. Sektor barang konsumsi nonprimer mengalami penurunan 4,25%, energi melemah 4,03%, bahan baku terkoreksi 4,00%, properti dan real estat turun 2,92%, sementara sektor keuangan turut melemah 2,82%.
Aksi jual yang begitu masif tercermin jelas dari dominasi saham-saham yang bergerak di zona merah. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 661 saham melemah, berbanding jauh dengan hanya 78 saham yang menguat, dan 78 saham lainnya ditutup tidak berubah. Aktivitas perdagangan sendiri terbilang ramai dengan volume transaksi mencapai 32,39 miliar saham dan nilai transaksi yang cukup besar, yakni Rp21,39 triliun.
Di tengah tekanan pasar yang begitu hebat, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp447,05 miliar di seluruh pasar. Angka ini menambah beban signifikan bagi pergerakan IHSG, yang kini terus bergerak di area terendahnya sepanjang tahun ini, mencerminkan kekhawatiran yang mendalam dari para pelaku pasar.
Berikut adalah 10 saham dengan aksi jual bersih terbesar oleh investor asing pada perdagangan Senin tersebut:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 489,11 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 298,49 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 135,96 miliar
- PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 132,68 miliar
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 77,59 miliar
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 46,1 miliar
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 31,48 miliar
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 29,34 miliar
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 24,38 miliar
- PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 22,96 miliar













