Presiden terpilih Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmennya terhadap masa depan generasi bangsa melalui program nutrisi, saat berbicara di forum “Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition” di Sentul, Rabu (3/6). Acara penting ini diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), lembaga yang menjadi garda terdepan dalam implementasi visi besar tersebut.
Namun, sorotan terhadap acara tersebut diwarnai dengan kabar yang cukup ironis. Pada hari yang sama, Kejaksaan Agung secara resmi menetapkan tiga mantan pejabat BGN, yaitu Dadan Hindayana, Sonny Sonjaya, dan Lodewyk Pusung, sebagai tersangka dalam dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi situasi ini, Prabowo mengungkapkan kesedihan mendalam atas terjeratnya para pejabat yang sebelumnya mengawal program unggulannya tersebut. Meskipun demikian, ia dengan tegas menyatakan tidak akan ikut campur dalam proses hukum, bahkan membatasi komentar terkait kasus yang sedang berjalan.
Prabowo juga mengakui bahwa dirinya telah menerima sejumlah laporan mengenai kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut, jauh sebelum penangkapan Dadan Hindayana. “Jadi memang sudah beberapa saat saya mendapat laporan ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan dari pimpinan,” ungkap Prabowo, seperti dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (3/6). Beliau melanjutkan dengan menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam setiap organisasi. “Dalam setiap organisasi selalu pengaruh pimpinan sangat-sangat besar. Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi pemimpin tidak benar, tidak kompeten, atau tidak jujur,” tegasnya. Merespons laporan ini, Prabowo secara proaktif memanggil sejumlah aparat berwenang, termasuk Kepala BPKP dan Kepala PPATK, untuk melakukan audit menyeluruh terhadap program vital negara tersebut.
Bagi Prabowo, BGN dan program-program di bawahnya merupakan salah satu ujung tombak rencananya dalam memajukan bangsa. Beliau menegaskan bahwa program ini adalah “suatu program yang sangat-sangat penting bagi bangsa dan negara, menyangkut rakyat kita yang sedang perlu bantuan.” Ia juga menyoroti bagaimana banyak negara maju telah sukses memanfaatkan program makanan untuk anak sekolah sebagai strategi ampuh dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan fisik dan kecerdasan generasi penerus mereka.
Oleh karena itu, keberhasilan program seperti Makan Bergizi Gratis ini dipandang sangat krusial. Prabowo optimis, jika program ini dapat berjalan dengan baik dan transparan, dampaknya akan sangat signifikan, tidak hanya bagi kesehatan dan pendidikan generasi muda, tetapi juga “akan menimbulkan suatu kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita.”












