Hari Raya Idul Fitri tahun ini menyelimuti keluarga besar mendiang Vidi Aldiano dengan nuansa haru dan kehilangan yang mendalam. Momen Lebaran kali ini menjadi yang perdana tanpa kehadiran sang putra tercinta, meninggalkan kekosongan yang tak tergantikan di hati mereka.
Mengawali perayaan suci ini, Harry Kiss dan Besbarini, kedua orang tua Vidi, memilih untuk menunaikan Salat Id dan melanjutkan tradisi ziarah ke makam Vidi Aldiano pada Sabtu (21/3). Kunjungan ini menjadi bentuk penghormatan dan luapan rindu mereka kepada almarhum.
Di samping pusara, raut wajah Harry Kiss memancarkan rasa kehilangan yang mendalam. Ia mengenang betapa berbedanya Lebaran kali ini, terutama karena absennya salah satu tradisi paling unik dan dinantikan: sesi foto keluarga dengan konsep-konsep kreatif yang selalu digagas oleh Vidi Aldiano.
“Tukang idenya sudah tiada kali ini, jadi tidak ada lagi ide-ide brilian. Kalian punya ide?” tutur Harry dengan nada pilu, menggambarkan peran sentral Vidi dalam setiap perayaan mereka.
Harry melanjutkan, Vidi Aldiano selalu menunjukkan antusiasme luar biasa dalam merancang konsep busana dan tema foto Lebaran keluarga. Setiap tahun, ia memastikan ada sentuhan baru yang membuat momen tersebut tak terlupakan.
“Temanya selalu beragam setiap tahun. Pernah mengambil tema musisi, tukang masak, tukang kopi, nelayan, bahkan Power Ranger—cukup sulit kan mencari kostumnya? Lalu ada Avengers, atau duo Batman and Robin. Pokoknya tema-tema yang aneh dan unik selalu menjadi ciri khas Vidi Aldiano,” kenang Harry, sembari tersenyum tipis membayangkan kehebohan di masa lalu.
Tak hanya tradisi visual, Harry Kiss juga sangat merindukan kehangatan momen makan bersama di kediaman mereka di Bintaro. Vidi, dengan selera kulinernya yang khas, kerap meminta hidangan yang tak biasa, jauh dari menu Lebaran tradisional pada umumnya.
“Biasanya Vidi akan datang ke rumah kami di Bintaro, dan kami akan menyiapkan berbagai hidangan unik, seperti beragam sajian sushi. Sementara hidangan Lebaran klasik seperti opor dan sejenisnya biasanya dibawa oleh Ibu Sheila, mertua Vidi, yang masakannya luar biasa lezat,” jelas Harry. “Vidi sendiri lebih menyukai sushi-sushi sederhana,” tambahnya, menggambarkan preferensi kuliner sang putra.
Keunikan dan kehebohan keluarga mereka bahkan membuat Harry menyebutnya bukan sebagai “Keluarga Cemara,” melainkan “Keluarga Cemana,” sebuah julukan yang mencerminkan gaya mereka yang tak biasa, termasuk dalam merayakan Lebaran hingga ke luar negeri.
“Kami pernah menunaikan Salat Id bersama di London, bahkan membawa ketupat untuk merayakan Lebaran di sana. Bukan hal yang mudah,” kenang Harry Kiss dengan tawa kecil, mengenang petualangan keluarga mereka.
Kondisi Sheila Dara
Beranjak pada kabar Sheila Dara, Harry mengungkapkan bahwa istri Vidi Aldiano itu masih berada dalam masa duka mendalam. Oleh karena itu, ia belum siap untuk bertemu atau berinteraksi dengan banyak orang di tengah suasana Lebaran ini.
“Mohon jangan dulu mewawancarai Sheila. Dia cenderung tidak ingin diganggu jika sedang berada di Cipete, mungkin masih dalam mode ‘mute’,” jelas Harry, meminta pengertian publik atas privasi menantunya.
Mengingat kondisi tersebut, Harry Kiss menambahkan bahwa belum ada rencana pasti untuk kumpul keluarga besar bersama Sheila Dara pada momen Lebaran tahun ini.
Ke depan, fokus Harry Kiss adalah untuk mempercantik area sekitar makam Vidi Aldiano agar lebih asri dan teduh. Ia berencana menanam pepohonan di sana, demi memberikan kenyamanan bagi para peziarah yang datang.
“Saya sangat berharap ada pohon yang indah di sini. Dulu sempat ada pohon palem, namun ditebang karena dianggap kotor. Padahal saya ingin pohon itu tetap ada agar tidak panas. Rencananya saya akan menanam kembali pohon di sini agar lebih teduh,” pungkas Harry Kiss, menunjukkan kepeduliannya akan kenyamanan tempat peristirahatan terakhir sang putra.












