Nova Arianto, salah satu pelatih lokal yang namanya kian bersinar, kini resmi menapaki peran baru yang strategis. Ia akan bertugas sebagai asisten pelatih timnas Indonesia di bawah kepemimpinan juru taktik anyar, John Herdman. Keputusan ini disambut antusias oleh Nova, yang mengungkapkan keinginan kuatnya untuk menimba ilmu sebanyak mungkin dari pelatih berpaspor Inggris tersebut. Transisi ini dinilai rasional mengingat rekam jejak Nova yang sebelumnya telah menjadi bagian dari staf kepelatihan Shin Tae-yong.
Nova bukan sosok baru di kancah sepak bola nasional. Ia dikenal sebagai pelatih lokal berpotensi yang sukses membawa timnas U-17 Indonesia lolos ke Piala Dunia U-17 2025. Prestasi gemilang ini mengantarkannya promosi ke timnas U-20 Indonesia. Namun, ambisinya untuk terus berkembang tak pernah padam, mendorongnya untuk kembali mengabdi di timnas senior. Ia dijadwalkan akan mendampingi John Herdman dalam debutnya pada ajang FIFA Series bulan ini, di mana seluruh pemain direncanakan akan berkumpul di Jakarta setelah Hari Raya Idulfitri.
Bagi Nova, kesempatan menjadi asisten pelatih di timnas senior merupakan langkah yang sangat tepat dalam perjalanan kariernya. Ia melihat posisi ini sebagai sarana vital untuk menambah pengalaman dan memperkaya wawasan taktis langsung dari seorang pelatih sekaliber John Herdman. Mantan pelatih timnas Kanada itu diyakini memiliki segudang pengetahuan yang bisa dibagikan, dan Nova bertekad untuk memanfaatkan setiap kesempatan demi pengembangan dirinya. Meski sudah memiliki jejak rekam mentereng di level timnas, Nova memandang ini sebagai proses alami untuk naik ke jenjang yang lebih tinggi. “Pastinya akan menjadi pengalaman baru yang baik untuk saya,” ungkap Nova Arianto, menegaskan komitmennya.
Lebih lanjut, pelatih berusia 47 tahun itu menyoroti pentingnya menciptakan arah yang jelas dan terpadu antara timnas senior dengan timnas kelompok umur. Ia merasa perlu untuk memahami secara mendalam keinginan dan filosofi Herdman agar proses regenerasi pemain di masa depan dapat berjalan optimal. Ini sangat krusial, mengingat Garuda Nusantara—julukan bagi timnas kelompok umur—sedang dalam fase pembentukan dan membutuhkan banyak masukan strategis. Nova menambahkan, “Saya bisa mempelajari secara game plan timnas Indonesia senior, karena saat ini timnas U-20 Indonesia satu garis dengan senior.” Hal ini menunjukkan bahwa Nova sangat ingin memahami bagaimana pendekatan Herdman, yang terlihat dari langkah-langkah awalnya seperti memanggil pemain-pemain keturunan dan memberikan kesempatan kepada talenta muda yang bersinar di liga.
Berbicara mengenai sosok John Herdman, Nova Arianto sudah memiliki gambaran awal yang positif. Menurutnya, juru taktik Skuad Garuda tersebut adalah pribadi yang sangat detail dalam bekerja dan memiliki visi yang begitu jelas. Karakteristik ini menjadi kekuatan utama yang memudahkan para asisten pelatih untuk memahami gaya permainan yang ingin diterapkan oleh pelatih berpaspor Inggris itu. Bukti dari pendekatannya yang terstruktur terlihat dari daftar 41 nama pemain yang dipanggil untuk pemusatan latihan, mengindikasikan keinginannya untuk melihat setiap potensi yang ada. Herdman juga tidak ragu untuk secara langsung menghubungi para pemain, membuka ruang diskusi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang mereka. “Dia sosok yang detail dan terstruktur,” pungkas Nova, memberikan pujian atas etos kerja pelatih barunya.













