News Stream Pro Ketua Badan Tim Nasional, Sumardji, secara blak-blakan mengungkapkan alasan di balik keputusan John Herdman untuk tidak memanggil Teja Paku Alam ke dalam skuad timnas Indonesia. Menurut Sumardji, seluruh keputusan terkait pemilihan pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih kepala.
Juru taktik asal Inggris itu sebelumnya telah mengumumkan daftar lima penjaga gawang yang akan memperkuat timnas Indonesia. Kelima kiper pilihan Herdman tersebut adalah Emil Audero, Maarten Paes, Nadeo Argawinata, Ernando Ari, dan Cahya Supriadi. Pemilihan ini sontak memicu pertanyaan besar di kalangan publik, terutama mengapa nama Teja Paku Alam tidak tercantum.
Publik menyoroti performa impresif Teja Paku Alam bersama Persib Bandung di Super League 2025/2026. Mantan kiper Sriwijaya FC ini memang tampil cemerlang, berhasil mencatatkan 15 clean sheet dari 22 pertandingan hingga Maret 2026. Konsistensi luar biasa ini menjadikannya kiper dengan catatan nirbobol terbanyak musim ini, bahkan melampaui rekor pribadinya dan mendekati rekor Liga Indonesia. Ini adalah respons kuat dari Teja Paku Alam atas pengabaian tersebut, menegaskan kualitasnya sebagai penjaga gawang papan atas.
Prestasinya yang unggul dalam jumlah clean sheet, bahkan mengungguli beberapa kiper berdarah Belanda seperti Emil Audero dan Maarten Paes yang dipanggil, menimbulkan pertanyaan apakah John Herdman akan terpikat untuk memanggilnya ke timnas Indonesia di kemudian hari. Namun, terlepas dari dominasinya dalam nirbobol, Teja Paku Alam masih kalah dalam jumlah penyelamatan dibandingkan Nadeo Argawinata yang membukukan 91 penyelamatan dan Ernando Ari dengan 82 penyelamatan.
Menanggapi polemik ini, Sumardji menjelaskan kepada awak media, termasuk BolaSport.com, bahwa pemanggilan pemain selalu disesuaikan dengan kebutuhan pelatih. “Soal pemanggilan pemain itu tergantung kebutuhan pelatih,” tegasnya. Sumardji menambahkan bahwa John Herdman tidak sendirian dalam membuat keputusan ini. Ia juga berdiskusi intensif dengan pelatih kiper timnas Indonesia.
Dari hasil diskusi tersebut, disimpulkan bahwa Teja Paku Alam dinilai “belum pas” untuk membela timnas Indonesia dalam komposisi saat ini. “Di Timnas kita ini ada pelatih kiper juga,” lanjut Sumardji. “Sehingga, berkaitan soal pemanggilan itu mempertimbangkan, satu Maarten Paes dipanggil. Lantas, Emil (Audero Mulyadi) juga dipanggil. Terus ada Nadeo (Argawinata) yang sudah biasa dipanggil juga. Sehingga, dengan kondisi yang ada seperti itu, mungkin, juga ada pertimbangan-pertimbangan tertentu,” paparnya.
Meski demikian, Sumardji tidak menutup kemungkinan bagi Teja Paku Alam untuk kembali dipanggil ke timnas Indonesia di masa mendatang. Ia menyebut bahwa masih ada agenda-agenda penting setelah FIFA Series 2026, seperti Piala AFF 2026, yang bisa menjadi kesempatan bagi Teja. “Sehingga, mungkin, saat sekarang ini belum memanggil Teja (Paku Alam). Mungkin, untuk berikut-berikutnya, saya tidak tahu,” pungkasnya, meninggalkan harapan bagi sang kiper Padang itu.
Sebagai informasi, dari lima kiper yang dipanggil, hanya tiga penjaga gawang yang akan diturunkan dalam FIFA Series 2026. Ajang internasional tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada tanggal 27 dan 30 Maret 2026. Selain timnas Indonesia, turnamen ini juga akan diikuti oleh tim-tim kuat seperti Bulgaria, Kepulauan Solomon, dan Saint Kitts and Nevis.












