JAKARTA – PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) menghadapi kinerja yang kontras sepanjang tahun buku 2025. Meskipun berhasil membukukan peningkatan pendapatan, perusahaan properti terkemuka ini justru mencatatkan penurunan signifikan pada laba tahun berjalan.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis di keterbukaan informasi pada Jumat (13/3/2026), pendapatan konsolidasi PLIN mencapai Rp 1,4 triliun sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,08% secara tahunan (year on year/YoY) jika dibandingkan dengan pendapatan tahun 2024 yang sebesar Rp 1,38 triliun. Kontribusi pendapatan terbesar datang dari segmen sewa properti yang menyumbang Rp 615,69 miliar, sementara sisanya sebesar Rp 785,61 miliar berasal dari pendapatan kontrak dengan pelanggan. Struktur pendapatan yang terdiversifikasi ini menopang pertumbuhan pendapatan perusahaan.
Efisiensi operasional juga menjadi sorotan positif bagi PLIN. Beban pokok pendapatan perseroan berhasil ditekan, turun menjadi Rp 441,53 miliar di tahun 2025 dari Rp 448,8 miliar pada tahun 2024. Penurunan beban ini berimbas pada kenaikan laba bruto perusahaan yang mencapai Rp 959,77 miliar pada tahun 2025, meningkat tipis 2,39% YoY dari Rp 937,37 miliar.
Namun, performa positif pada lini pendapatan dan laba bruto tidak serta-merta menjamin kenaikan laba bersih. PLIN melaporkan laba tahun berjalan sebesar Rp 639,34 miliar di tahun 2025, anjlok 35,9% YoY jika dibandingkan dengan Rp 997,54 miliar yang dicatatkan pada tahun 2024. Penurunan laba bersih ini utamanya disebabkan oleh adanya penyesuaian nilai wajar properti investasi yang terpangkas drastis. Pos ini hanya menyumbang Rp 134,36 miliar pada 2025, jauh menurun dari Rp 476,69 miliar pada periode sebelumnya. Perubahan signifikan pada pos non-operasional ini menjadi faktor kunci yang menekan profitabilitas PLIN.
Dampak langsung dari penurunan laba tahun berjalan tersebut terlihat pada laba per saham dasar PLIN. Pada akhir Desember 2025, laba per saham dasar perusahaan tercatat sebesar Rp 180,82, mengalami penurunan dari Rp 282,13 di akhir tahun 2024.
Meskipun demikian, aset PLIN menunjukkan pertumbuhan yang sehat. Per 31 Desember 2025, total aset perseroan mencapai Rp 12,87 triliun, meningkat dari Rp 12,76 triliun pada 31 Desember 2024. Kenaikan aset ini diiringi oleh peningkatan tipis pada liabilitas perseroan menjadi Rp 1,49 triliun dari Rp 1,41 triliun, serta pertumbuhan ekuitas yang mencapai Rp 11,38 triliun dari Rp 11,34 triliun pada akhir tahun 2024.
Dalam hal likuiditas, posisi kas dan setara kas PLIN juga menunjukkan penguatan. Pada akhir Desember 2025, kas dan setara kas akhir tahun perusahaan mencapai Rp 704,45 miliar, meningkat dari Rp 668,12 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga ketersediaan dana tunai yang memadai.
PLIN Chart by TradingView













