Antrean kendaraan yang mengular di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih menjadi pemandangan umum di Kota Binjai dan sekitarnya, bahkan hingga di sepanjang Jalan Medan-Binjai. Fenomena ini diungkapkan oleh seorang warga setempat bernama Wita, yang menggambarkan kepadatan di SPBU Tanahtinggi Binjai pada Kamis malam, 5 Maret 2026, layaknya kerumunan penonton konser, bahkan menyebabkan kemacetan hingga ke jalan raya. Situasi serupa juga terlihat pada pagi hari berikutnya, menandakan bahwa kepanikan telah meluas.
Kepanikan massal ini bermula dari pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, pada 2 Maret 2026, yang menyebutkan bahwa stok bahan bakar minyak (BBM) Indonesia hanya cukup untuk 20 hari akibat penutupan Selat Hormuz, Iran. Informasi ini segera diikuti oleh beredarnya pesan berantai melalui aplikasi percakapan dan media sosial, yang menganjurkan masyarakat untuk segera mengisi penuh tangki kendaraan mereka, bahkan menggunakan jeriken. Akibatnya, SPBU-SPBU dipadati pembeli, memicu antrean panjang yang memakan badan jalan dan mengganggu lalu lintas.
Dua hari setelah pernyataan awalnya, Menteri Bahlil segera memberikan klarifikasi. Ia memastikan bahwa cadangan BBM nasional berada dalam kondisi cukup dan menegaskan bahwa cadangan untuk 20 hari tersebut bukanlah situasi darurat, melainkan standar kemampuan minimum nasional. “Itu kemampuan kita, standar nasionalnya minimal 20 sampai 21 hari,” ujar Bahlil di Istana Kepresidenan, mencoba menenangkan masyarakat.
Sejalan dengan klarifikasi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra bagian Utara (Sumbagut) turut menepis kebenaran pesan berantai yang viral. Melalui keterangan tertulis pada Kamis, 5 Maret 2026, Area Manager Communication, Relations and CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan bahwa penyaluran BBM berjalan normal dan stok untuk wilayah Aceh serta Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman dan terus didistribusikan sesuai kebutuhan. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mempercayai sumber yang tidak jelas. Namun, pada saat itu, masyarakat sudah terlanjur panik dan berbondong-bondong mendatangi SPBU.
Melihat potensi gejolak di masyarakat yang tidak diinginkan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Medan, Citra Effendi Capah, sigap mendatangi kantor Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Kedatangannya bertujuan untuk memastikan langsung kondisi stok BBM, khususnya di Kota Medan.
Dalam pertemuan tersebut, Sales Area Manager (SAM) Retail Medan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Tito Rivanto Marsono, bersama Sales Branch Manager Ferry Fernando, memberikan jaminan. Mereka memastikan bahwa ketersediaan BBM untuk seluruh produk di Kota Medan berada dalam kondisi aman dan akan terus terjaga. “Kami mengharapkan konsumen tidak panik dan melakukan pembelian seperti biasa. Suplai sampai Lebaran dan sesudah Lebaran juga kami pastikan tidak ada kendala. Tidak ada masalah terkait kapal dan sebagainya. Mobil tangki juga akan ditambah, begitu juga sopirnya,” tegas Tito, memberikan kepercayaan penuh kepada masyarakat.
Setelah menerima penjelasan komprehensif dari Pertamina, Citra Effendi Capah segera mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh isu-isu yang berkembang terkait potensi kelangkaan BBM. Ia berharap masyarakat dapat tetap tenang dan melakukan pengisian BBM seperti biasa, sehingga kondisi di SPBU dapat kembali normal. “Kami mengimbau masyarakat tidak panic buying. Isi BBM seperti biasa agar SPBU tetap normal dan tidak terjadi antrean panjang,” pungkas Citra.
Selain imbauan, Pemerintah Kota Medan juga memberikan peringatan keras kepada para pedagang BBM eceran. Mereka diminta untuk tidak memanfaatkan situasi kepanikan ini dengan menaikkan harga atau melakukan praktik lain yang merugikan masyarakat. Dinas terkait bersama aparat penegak hukum akan melakukan pengawasan ketat terhadap praktik-praktik tersebut.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, juga turut mengambil peran dalam meredam kepanikan. Ia meminta para kepala daerah di wilayahnya untuk aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan panic buying, seraya menegaskan bahwa stok BBM di Sumatera Utara secara keseluruhan masih dalam kondisi aman. “Saya harap kepala daerah terus edukasi masyarakat karena kalau saya perhatikan setelah saya mengunjungi beberapa kabupaten kota, panic buying cuma di kota-kota saja,” kata Bobby usai acara buka puasa bersama keluarga besar DPD Gerindra Sumut di Medan.
Bobby Nasution menganalogikan ketersediaan stok BBM nasional seperti tangki mobil yang akan selalu diisi kembali sebelum benar-benar kosong. “Jadi tidak perlu panik, selama ini kita tidak pernah kehabisan BBM walau tempat penyimpanan BBM kita hanya 25 hari karena sebelum habis sudah diisi,” jelasnya, memberikan pemahaman yang menenangkan. Dengan demikian, meskipun gejolak akibat panic buying BBM berhasil diredam dan stok BBM nasional dipastikan aman, tantangan terkait energi lainnya tetap relevan. Kondisi pasar minyak global yang fluktuatif, misalnya, kerap memunculkan pertanyaan besar mengenai kemampuan anggaran negara (APBN) dalam menahan potensi kenaikan harga minyak, sebuah isu krusial yang terus menjadi perhatian publik.













