News Stream Pro Michael Carrick membagikan komentarnya usai mengalami kekalahan perdana sebagai pelatih interim Manchester United.
Rentetan positif Michael Carrick bersama Manchester United akhirnya terhenti. Setelah memimpin tim dengan catatan impresif sejak mengambil alih kursi kepelatihan sebagai manajer interim pada 13 Januari lalu, Carrick harus menelan pil pahit. Manchester United dipaksa menyerah oleh Newcastle United dalam laga pekan ke-29 Liga Inggris musim 2025-2026.
Bertandang ke markas The Magpies, St James’ Park, pada Kamis (5/3/2026) dini hari WIB, Setan Merah tumbang dengan skor tipis 1-2. Pertandingan berlangsung dramatis, di mana terjadi jual beli gol di masa injury time babak pertama yang membuat kedudukan sempat imbang 1-1. Namun, kondisi Newcastle sedikit terganggu setelah Jacob Ramsey diusir keluar lapangan pada menit ke-45+1 akibat menerima kartu kuning kedua.
Meski bermain dengan 10 pemain, Newcastle berhasil memastikan kemenangan berkat gol penentu di penghujung paruh kedua. Adalah pemain pengganti, William Osula, yang menjadi pahlawan dengan lesakannya. Gol krusial tersebut secara langsung memutus rekor tak terkalahkan Michael Carrick bersama Man United yang sebelumnya bertahan selama tujuh pertandingan berturut-turut.
Usai pertandingan, pelatih berusia 44 tahun itu tak bisa menyembunyikan kekecewaannya atas hasil yang menyakitkan ini. Michael Carrick, yang sebelumnya menikmati periode cemerlang, kini merasakan getirnya kekalahan pertamanya sebagai juru taktik sementara The Red Devils.
“Tentu saja kecewa,” ujar Carrick, dikutip dari laman resmi Man United melalui BolaSport.com. “Saya sangat kecewa. Rasanya sakit malam ini. Kami datang ke sini dalam kondisi bagus, berharap mendapatkan sesuatu dari pertandingan ini, jika bukan memenangkan pertandingan, dan kami kecewa dengan hasil yang terjadi.”
“Kami bisa jauh lebih baik. Kami telah menempatkan diri kami dalam posisi yang baik, posisi yang layak dengan penampilan dan hasil yang telah kami raih. Jadi kekalahan malam ini sangat menyakitkan,” tambah juru taktik asal Inggris tersebut dengan nada getir.
Sementara sorotan utama kini tertuju pada performa di lapangan, dinamika seputar kursi kepelatihan di Old Trafford kerap menjadi perbincangan. Isu-isu managerial, seperti spekulasi mengenai Ruben Amorim yang pernah dikaitkan dengan pemecatan di Man United, konon dengan andil besar dari para pemain, terus menjadi bagian tak terpisahkan dari narasi klub. Carrick, sebagai pelatih interim, tentu merasakan tekanan ini di tengah tugasnya memulihkan performa tim.
Meskipun menelan kekalahan, hasil ini tidak mengubah posisi Manchester United di klasemen sementara Liga Inggris. Bruno Fernandes dkk. tetap bertahan di posisi ketiga dengan raihan 51 poin dari 29 pertandingan. Namun, kegagalan ini membuat United tak mampu memperlebar jarak dari Aston Villa yang membuntuti di bawah mereka.
Tak hanya itu, posisi Setan Merah juga kini hanya unggul tiga poin atas Chelsea di posisi kelima, menunjukkan ketatnya persaingan. Tekanan dari tim-tim di bawahnya, khususnya Chelsea yang membuat Man United ‘keringat dingin’, semakin menegaskan betapa dinamisnya perburuan tiket Eropa musim ini, di mana tim-tim papan atas seperti Arsenal juga terus ‘menggigil di pucuk’ klasemen.
Di sisi lain, kemenangan penting ini mendongkrak posisi Newcastle United. Pasukan Eddie Howe berhasil naik ke urutan ke-12 di klasemen Liga Inggris, mengoleksi 39 poin setelah tampil 29 kali.













