Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai skala yang sangat besar, dengan menyalurkan sebanyak 4,5 miliar porsi makanan kepada masyarakat hingga saat ini. Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam sambutannya pada peresmian SPPG Polri dan Gudang Ketahanan Pangan di Palmerah, Jakarta Barat, pada Jumat (13/2). Meskipun demikian, ia secara transparan mengakui adanya kekurangan dalam implementasi program besar tersebut.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan pentingnya keterbukaan kepada publik mengenai capaian program ini. “Rakyat harus tahu, kita sudah menghasilkan sampai hari ini 4,5 miliar porsi makanan,” ujarnya, menyoroti besarnya upaya yang telah dilakukan dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi bagi masyarakat. Angka fantastis ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mengatasi isu gizi dan kesejahteraan.
Namun, di tengah kesuksesan distribusi makanan yang masif, Prabowo juga tidak menutup mata terhadap laporan mengenai sejumlah insiden. Ia menyampaikan bahwa terdapat sekitar 28.000 penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG. Laporan-laporan ini mencakup dugaan keracunan, sakit perut, dan keluhan sejenis lainnya, sebuah tantangan yang menjadi perhatian serius dalam pelaksanaan program makanan gratis ini.
Menanggapi laporan tersebut, Prabowo menekankan bahwa jumlah kasus gangguan kesehatan tersebut sangatlah kecil jika dibandingkan dengan total porsi yang telah disalurkan. Ia menggarisbawahi bahwa angka kasus bermasalah hanya sekitar 0,0006 persen dari 4,5 miliar porsi makanan yang telah didistribusikan. “Kalau tidak salah itu adalah 0,0006. Artinya 99,9994 persen berhasil. Kalau statistik dibulatkan ke atas, berarti 99,999 persen itu berhasil,” tegas Prabowo, menggambarkan tingkat efektivitas program yang sangat tinggi.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tidak ada upaya manusia yang dapat berjalan sempurna tanpa kesalahan. Ia mengajak untuk melihat segala usaha dengan realistis. “Di mana ada usaha manusia yang 100 persen? Ada, tapi tidak gampang dicapai,” katanya. Prabowo pun menyatakan bahwa laporan mengenai insiden tersebut akan diverifikasi lebih lanjut, sembari memastikan bahwa pemerintah akan terus mempertahankan dan meningkatkan penyaluran makanan bergizi ini.












