Setelah menikmati cuaca hangat tanpa guyuran hujan sepanjang hari sebelumnya, wilayah Jabodetabek kembali disambut rintik air pada Minggu pagi, 1 Februari 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca, mengidentifikasi beberapa area di Jakarta Utara, Jakarta Barat, serta Kabupaten Tangerang di pesisir utara sebagai titik-titik awal turunnya hujan dengan intensitas bervariasi dari sedang hingga lebat.
Kondisi serupa juga terpantau di sebagian Kabupaten Bekasi, khususnya di area utara, serta beberapa wilayah di Kabupaten Bogor yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banten. Seiring berjalannya waktu, sebaran hujan ini tidak hanya terbatas pada lokasi-lokasi tersebut, melainkan telah meluas dan kini meliputi sebagian besar area metropolitan Jabodetabek.
Berdasarkan informasi peringatan dini cuaca yang berlaku mulai pukul 06.45 hingga 10.08 pagi ini, terpantau bahwa hanya Kota Bogor dan sebagian wilayah Kabupaten Bogor di sisi selatan-timur yang luput dari guyuran hujan. Namun demikian, BMKG menegaskan bahwa meskipun sempat cerah, wilayah-wilayah ini tetap berpotensi mengalami hujan ringan sepanjang hari ini, sebuah proyeksi yang juga berlaku untuk seluruh kawasan Jabodetabek.
Melihat potensi tersebut, BMKG secara khusus meminta masyarakat Jakarta dan wilayah sekitarnya untuk tetap siaga menghadapi kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat sepanjang hari. Status kewaspadaan ini tidak hanya diberlakukan untuk ibu kota, melainkan juga mencakup sejumlah provinsi lain di Indonesia, di antaranya Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat.
Sebelumnya, fluktuasi intensitas hujan telah mewarnai beberapa hari terakhir di Jabodetabek. Terjadi hujan lebat dari Jumat pagi hingga Sabtu pagi lalu, dengan konsentrasi utama di wilayah pesisir utara meliputi Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Sehari sebelumnya, yakni dari Kamis pagi hingga Jumat pagi, hujan lebat terpantau lebih merata di seluruh kawasan Jabodetabek, bahkan mencapai kategori ekstrem di Kota Bogor dan sekitarnya. Stasiun pengamatan di Atang Sanjaya Bogor mencatat curah hujan yang sangat tinggi, mencapai 255 mm dalam rentang waktu tersebut.
Menilik ke belakang lagi, pada hari Rabu, hujan lebat terjadi secara merata dengan beberapa lokasi di Jakarta, Bogor, dan Bekasi bahkan mengalami hujan sangat lebat. Pola ini bergeser pada Selasa, di mana hujan lebat terfokus di bagian selatan Jabodetabek. Puncaknya, Kebun Raya Bogor mencatat curah hujan ekstrem hingga 170 mm pada hari itu, menunjukkan variasi signifikan dalam distribusi dan intensitas hujan di wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
Serangkaian kejadian hujan ekstrem ini tentu saja memunculkan pertanyaan tentang dinamika cuaca di wilayah Jabodetabek. Berbagai fenomena, seperti hujan stratiform yang pernah membekap Jakarta dan sekitarnya, menjadi relevan untuk dipahami guna mengantisipasi dampak yang mungkin timbul dari kondisi cuaca yang tidak menentu ini.













