JAKARTA, KOMPAS.TV – Kancah sepak bola Indonesia tengah hangat dengan kabar segera bergabungnya John Herdman sebagai nakhoda baru. Sosok pelatih berkaliber internasional ini diproyeksikan akan mengambil alih kemudi Timnas Indonesia, sebuah langkah strategis yang bahkan telah menarik perhatian luas dari media-media di luar negeri, khususnya Malaysia. PSSI sendiri dilaporkan telah mencapai kesepakatan final dengan Herdman untuk mengemban tugas ganda, yakni melatih tim senior Timnas Indonesia dan juga Timnas U23 Indonesia.
Keputusan PSSI untuk menunjuk John Herdman ini, yang dilihat sebagai investasi penting bagi masa depan sepak bola Tanah Air, segera menjadi sorotan. The New Straits Times, media terkemuka dari Malaysia, secara khusus membahas aspek finansial dari kesepakatan tersebut. Dilaporkan bahwa pelatih berusia 50 tahun yang sukses membawa timnas putra Kanada ke pentas Piala Dunia 2022 ini akan mengantongi gaji sebesar USD40.000 atau setara dengan Rp671 juta setiap bulannya. Laporan tersebut dirilis pada Minggu (28/12/2025).
Meskipun nominal gaji John Herdman ini terbilang fantastis dan menempatkannya sebagai salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di kawasan Asia Tenggara, media Malaysia tersebut juga membandingkannya dengan sejumlah nama besar lain. Disebutkan bahwa gajinya masih berada di bawah pendahulunya, eks pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, yang dilaporkan menerima USD1,5 juta (sekitar Rp25 miliar) per tahun. Lebih lanjut, pendapatan Herdman juga dilaporkan masih di bawah Patrick Kluivert yang kontraknya bernilai sekitar USD100.000 (Rp1,6 miliar) per bulan, serta mantan pelatih Timnas Vietnam, Park Hang-seo, dengan pendapatan mencapai USD55.000 (Rp923 juta) per bulan.
Tak hanya media Malaysia, kabar penunjukan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia juga mengundang perhatian signifikan dari media Vietnam. Mereka turut memperbincangkan keputusan Herdman memilih Tim Garuda, yang disebut sebagai langkah berani dengan potensi besar. Dalam kesepakatan yang terjalin, John Herdman dilaporkan akan menerima kontrak awal berdurasi dua tahun, dengan opsi perpanjangan dua tahun lagi, yang berarti ia dapat menakhodai Timnas Indonesia hingga tahun 2030.
Harapan besar kini disematkan pada pundak John Herdman untuk membawa Timnas Indonesia meraih prestasi gemilang, serupa dengan kesuksesannya saat mengantarkan Kanada menembus babak utama Piala Dunia 2022. Sebagai target awal yang krusial, John Herdman diharapkan mampu memimpin Timnas Indonesia melangkah hingga babak perempat final Piala Asia 2027, sebuah pencapaian yang akan menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola nasional.













