Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya menjaga kekayaan bangsa dan peran pemimpin terdahulu dalam hal tersebut. Hal ini disampaikan saat acara Peluncuran Digitalisasi Pembelajaran untuk Indonesia Cerdas di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11).
Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan keprihatinannya atas pengelolaan kekayaan Indonesia selama ini. “Kita harus mengakui bahwa sebagai bangsa, terutama para pemimpinnya, kurang pandai dalam menjaga dan mengelola kekayaan tersebut. Akibatnya, selama ratusan tahun, kekayaan kita terus diambil oleh bangsa lain,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi perlunya evaluasi mendalam terhadap cara Indonesia mengelola sumber daya yang dimilikinya.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa kekayaan Indonesia belum memberikan manfaat yang merata bagi seluruh rakyat. Ia menyoroti ketimpangan yang terjadi, di mana hanya sebagian kecil pihak yang menikmati hasil kekayaan alam Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, tidak dapat dibiarkan berlanjut.
“Negara tidak bisa makmur hanya untuk segelintir orang di atas. Itu bukan negara merdeka, dan negara seperti itu pasti gagal. Indonesia tidak mau gagal. Karena itu, kita tidak boleh mempertahankan keadaan di mana hanya segelintir orang yang menikmati kekayaan Indonesia,” tegas Prabowo. Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menciptakan keadilan ekonomi dan memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia dapat merasakan manfaat dari kekayaan alam yang melimpah.
Selain itu, Kepala Negara juga menyoroti praktik membawa kabur kekayaan Indonesia ke luar negeri. Tindakan ini dianggap sebagai pengkhianatan terhadap bangsa dan negara. “Apalagi bila orang-orang tersebut tidak cinta sama tanah air, apalagi kalau orang-orang tersebut tega membawa lari kekayaan Indonesia keluar dari Indonesia, ini harus kita hentikan,” pungkasnya. Pernyataan keras ini menunjukkan tekad pemerintah untuk memberantas praktik-praktik ilegal yang merugikan negara dan memastikan bahwa kekayaan Indonesia tetap berada di dalam negeri untuk kesejahteraan rakyat.
Pentingnya digitalisasi pembelajaran juga menjadi sorotan dalam acara tersebut, sebagai salah satu upaya untuk mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu mengelola kekayaan bangsa dengan lebih baik di masa depan. Dengan pendidikan yang berkualitas, generasi muda Indonesia diharapkan dapat menjadi pemimpin yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab dalam menjaga dan memanfaatkan kekayaan alam untuk kemajuan bangsa.
Ringkasan
Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya menjaga kekayaan bangsa, mengungkapkan keprihatinannya atas pengelolaan sumber daya Indonesia yang kurang optimal selama ratusan tahun, menyebabkan kekayaan tersebut diambil oleh bangsa lain. Ia menekankan perlunya evaluasi mendalam terhadap pengelolaan sumber daya dan pentingnya digitalisasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas SDM.
Prabowo juga menyoroti ketimpangan distribusi kekayaan yang hanya dinikmati segelintir orang dan menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan keadilan ekonomi. Ia mengecam praktik membawa kabur kekayaan Indonesia ke luar negeri, menyebutnya sebagai pengkhianatan dan bertekad untuk memberantas praktik ilegal tersebut demi kesejahteraan rakyat.








