Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya tsunami minor di beberapa wilayah akibat gempa bumi berkekuatan M 7,4 yang mengguncang Laut Filipina pada Jumat pagi, 10 Oktober 2025. Gempa yang terjadi tepat pukul 08.43 WIB ini mendorong BMKG untuk mengeluarkan peringatan dini tsunami yang ditujukan bagi wilayah Sulawesi Utara dan Papua.
Data dari BMKG mencatat beberapa wilayah yang terdampak tsunami, antara lain: ESSANG, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (04.46 126.73) dengan ketinggian 0,17 meter pada pukul 09:08 WIB; BEO, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (04.23 126.78) setinggi 0,05 meter pada pukul 09:12 WIB; GANALO, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (04.42 126.86) setinggi 0,05 meter pada pukul 09:09 WIB; MELONGUANE, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara (03.99 126.67) dengan ketinggian 0,11 meter pada pukul 09:06 WIB; SANGIHE, Sulawesi Utara (03.59 125.56) setinggi 0,16 meter pada pukul 09:29 WIB; MOROTAI, Maluku Utara (02.38 128.66) setinggi 0,10 meter pada pukul 09:46 WIB; dan HALMAHERA BARAT, Maluku Utara (01.67 127.58) setinggi 0,05 meter pada pukul 09:42 WIB.
Menurut Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, episenter gempa terletak sekitar 275 kilometer arah barat laut Pulau Karatung, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada kedalaman 58 kilometer. “Gempa bumi ini tergolong dangkal dan disebabkan oleh aktivitas subduksi,” jelas Daryono melalui keterangan tertulisnya.
Guncangan gempa terkuat dirasakan di Tahuna, Pulau Sangihe, Kepulauan Talaud, dengan intensitas IV MMI. Pada skala ini, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sementara itu, di Manado, guncangan terasa pada skala II MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang tergantung bergoyang.
Berkaitan dengan potensi dampak tsunami, BMKG mengimbau kewaspadaan di beberapa daerah, termasuk Kota Bitung, Minahasa Utara bagian selatan, Minahasa bagian selatan, serta Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara, dan Supiori di Papua. “Kami menyebutnya tsunami minor, dengan potensi tinggi gelombang maksimum 0,5 meter,” imbuh Daryono.
Lebih lanjut, Daryono menjelaskan bahwa daerah yang mendapatkan peringatan dini “waspada” diharapkan segera mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai. Level peringatan dini “waspada” berbeda dengan level “siaga” (gelombang 0,5-3 meter) yang mengharuskan evakuasi segera, dan level “awas” (gelombang lebih dari 3 meter) yang menuntut evakuasi menyeluruh.
Pilihan Editor: Gempa M 7,4 di Laut Filipina Telah Kirim Tsunami Minor ke Sulawesi Utara
Ringkasan
Gempa bumi berkekuatan M 7,4 di Laut Filipina pada 10 Oktober 2025 menyebabkan tsunami minor di beberapa wilayah Indonesia. BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dan mencatat ketinggian gelombang bervariasi antara 0,05 hingga 0,17 meter di tujuh wilayah, termasuk Kepulauan Talaud dan Sangihe di Sulawesi Utara serta Morotai dan Halmahera Barat di Maluku Utara.
Menurut BMKG, gempa ini disebabkan oleh aktivitas subduksi dengan episenter sekitar 275 kilometer barat laut Pulau Karatung. Guncangan terkuat dirasakan di Tahuna dengan intensitas IV MMI. BMKG mengimbau kewaspadaan di beberapa daerah seperti Bitung dan Kepulauan Talaud, menekankan potensi tinggi gelombang maksimum 0,5 meter dan mengarahkan masyarakat untuk menjauhi pantai dan tepian sungai.












