MOTOR Plus-online.com – Sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia balap, melibatkan legenda MotoGP, Valentino Rossi. Setelah dua musim berkompetisi di FIA World Endurance Championship (WEC), kontrak Valentino Rossi dengan tim BMW resmi berakhir, menandai keputusannya untuk meninggalkan ajang balap ketahanan prestisius tersebut.
Mengutip laporan dari crash.net, Valentino Rossi dipastikan tidak akan melanjutkan kariernya di FIA World Endurance Championship untuk musim ketiga. Keputusan ini diperkuat dengan konfirmasi dari BMW yang tidak lagi menyertakan nama “The Doctor” dalam daftar pembalap LMGT3 mereka. Sebagai informasi, juara dunia grand prix motor sembilan kali ini beralih haluan ke balap mobil pada tahun 2022, usai mengakhiri kariernya yang gemilang di MotoGP.
Petualangan Rossi di roda empat dimulai dengan bergabung bersama tim WRT untuk balapan GT World Challenge. Dari sana, ia kemudian melakukan debutnya di FIA WEC pada tahun 2024, tetap bersama tim Belgia tersebut, kali ini sebagai pembalap pabrikan BMW. Mengendarai mobil BMW M4 GT3 bernomor ikonik 46, Rossi menunjukkan adaptasi yang cepat, berhasil meraih podium pertamanya di Imola, hanya dalam ajang WEC keduanya. Tak hanya itu, ia juga mampu finis di posisi ketiga pada balapan di Fuji di akhir musim perdananya.
Pada tahun 2025, performa impresif Rossi berlanjut dengan finis di posisi kedua di Imola. Namun, insiden kontak dan penalti yang diterimanya sedikit menggagalkan peluang terbaiknya untuk meraih kemenangan perdana di seri tersebut. Di ajang ketahanan paling legendaris, 24 Hours of Le Mans tahun ini, Rossi menampilkan performa kualifikasi luar biasa yang membawa mobil BMW No. 46 WRT berpeluang besar meraih kemenangan di kelas LMGT3. Sayangnya, masalah kelistrikan yang serius pada malam hari, membuat mobil tidak aman untuk dikendarai, mengakibatkan kegagalan finis untuk tahun kedua berturut-turut. Meski demikian, timnya berhasil finis kedua di COTA beberapa bulan kemudian, menunjukkan daya saing yang tetap tinggi.
Sementara sorotan tertuju pada masa depannya di WEC, nama Valentino Rossi tetap menjadi magnet kuat di dunia otomotif. Hal ini terbukti dengan rencana Pertamina Lubricants yang akan melelang helm bertanda tangan Valentino Rossi dalam rangka memeriahkan MotoGP Mandalika 2025. Inisiatif ini menunjukkan betapa besar pengaruh Rossi yang melampaui sirkuit balap mobil, menegaskan statusnya sebagai ikon global yang terus menginspirasi.
Kabar mengenai masa depan Rossi di WEC memang telah menjadi spekulasi hangat beberapa waktu terakhir, terutama setelah munculnya kemungkinan ia tidak akan masuk dalam daftar pembalap BMW di WRT untuk musim 2026. Kini, tim WRT secara resmi telah mengkonfirmasi bahwa Rossi tidak akan menjadi bagian dari susunan pembalap WEC mereka tahun depan. Sebagai penggantinya, mobil bernomor 46 akan dialihkan menjadi nomor 69, yang akan dikemudikan oleh Anthony McIntosh, Dan Harper, dan Parker Thompson.
Kontrak pabrik BMW yang berdurasi tiga tahun dengan Rossi memang akan berakhir pada penghujung tahun 2025. Padahal, sebelumnya ia sempat menyatakan keinginannya untuk naik ke kelas Hypercar WEC pada beberapa kesempatan, sebuah ambisi yang kini harus ia pertimbangkan ulang. Meskipun detail mengenai langkah selanjutnya bagi “Il Dottore” masih belum sepenuhnya jelas, laporan-laporan yang beredar mengindikasikan adanya kemungkinan kembali berkompetisi di GT World Challenge Europe, sebuah ajang di mana Rossi telah mengukir tiga kemenangan sprint yang signifikan.
Meskipun memutuskan untuk mengurangi komitmen balapnya di WEC untuk tahun 2025, Valentino Rossi tidak lantas menarik diri sepenuhnya dari dunia balap ketahanan. Ia tetap berpartisipasi dalam event-event bergengsi seperti Bathurst 12 Hours dan 24 Hours of Spa. Bahkan, pembalap Italia itu berhasil meraih podium di Bathurst 12 Hours, membuktikan kecepatannya yang tak lekang oleh waktu. Menjelang final WEC 2025 di Bahrain, Rossi juga berkontribusi besar membantu mobil bernomor 46 meraih kemenangan gemilang di Indianapolis 8 Hours dalam ajang Intercontinental GT Challenge, menunjukkan bahwa semangat kompetisinya tetap menyala.













