KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Polri tengah serius mengusut tuntas kasus keracunan yang menimpa sejumlah siswa. Dugaan sementara, keracunan tersebut disebabkan oleh menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menjadi sorotan. Pihaknya memastikan akan melakukan investigasi mendalam, mengingat jumlah korban terus bertambah di berbagai daerah.
“Polri saat ini sedang melakukan pendalaman, turun ke lapangan untuk melaksanakan pendalaman satu per satu,” tegas Jenderal Listyo Sigit kepada awak media di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jumat, 26 September 2025. Ia juga menjamin transparansi dalam proses penyelidikan dan berjanji akan segera menginformasikan hasil temuan kepada publik. “Tentunya secara resmi nanti akan kami informasikan,” imbuhnya.
Sejak program Makan Bergizi Gratis digulirkan, laporan kasus keracunan yang diduga berasal dari menu tersebut memang bermunculan di berbagai wilayah. Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat, hingga akhir September 2025, telah ada sekitar 6.452 kasus keracunan terkait menu MBG. Sementara itu, data dari pemerintah yang dikumpulkan oleh Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, dan BPOM menunjukkan angka yang sedikit lebih rendah, yakni di kisaran 5 ribu korban.
Laporan dari Tempo mencatat bahwa sejak 12 Agustus hingga 18 September 2025, kasus keracunan di berbagai sekolah telah menyebabkan setidaknya 978 siswa harus dirawat di rumah sakit. Gejala yang dialami pun beragam, mulai dari diare, gatal-gatal di seluruh tubuh, mual muntah, bengkak wajah, gatal tenggorokan, sesak napas, pusing, hingga sakit kepala. Kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua dan masyarakat luas.
Data dari JPPI juga mengungkap lima provinsi dengan angka kasus keracunan MBG tertinggi. Jawa Barat mencatat angka tertinggi dengan 2.012 kasus, disusul DI Yogyakarta dengan 1.047 kasus, Jawa Tengah dengan 722 kasus, Bengkulu dengan 539 kasus, dan Sulawesi Tengah dengan 446 kasus. Lonjakan kasus ini mengindikasikan permasalahan serius dalam implementasi program MBG.
Koordinator JPPI, Ubaid Matraji, mengungkapkan bahwa kasus keracunan menu MBG sempat mengalami penurunan pada bulan Juni 2025. Hal ini disebabkan karena sekolah-sekolah sedang fokus pada penerimaan murid baru. “Tapi begitu sekolah masuk Juli, kemudian Agustus dan September ini digeber MBG-nya, maka naik angkanya gila-gilaan, sampai ribuan,” jelas Ubaid saat rapat bersama Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat pada Senin, 22 September 2025. Peningkatan signifikan ini menjadi perhatian serius yang perlu segera ditangani.
Novali Panji Nugroho turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Ringkasan
Polri tengah menginvestigasi kasus keracunan yang diduga disebabkan oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah laporan kasus bermunculan di berbagai daerah. Kapolri menjamin transparansi penyelidikan dan akan segera menginformasikan hasilnya kepada publik. Hingga akhir September 2025, tercatat ribuan kasus keracunan terkait menu MBG.
Data dari JPPI menunjukkan lima provinsi dengan kasus keracunan MBG tertinggi: Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Bengkulu, dan Sulawesi Tengah. Kasus keracunan sempat menurun saat penerimaan murid baru, namun melonjak tajam saat program MBG digeber di bulan Juli, Agustus, dan September.












