News Stream Pro
No Result
View All Result
Sunday, June 7, 2026
  • Login
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
Subscribe
News Stream Pro
  • Home
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Keuangan
  • Traveling
No Result
View All Result
News Stream Pro
No Result
View All Result
Home finance

Burden Sharing Covid-19 Dulu vs Sekarang: Apa Perbedaannya?

by demo-nspro
September 10, 2025
in finance
0
Burden Sharing Covid-19 Dulu vs Sekarang: Apa Perbedaannya?
152
SHARES
1.9k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BANK Indonesia (BI) kembali menerapkan skema burden sharing atau pembagian beban bunga dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) demi mendukung pembiayaan program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Langkah ini diwujudkan dengan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 200 triliun oleh BI.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa peran bank sentral tidak terbatas pada pengendalian suku bunga. BI juga memperkuat kebijakan moneter ekspansif melalui pembelian SBN di pasar sekunder.

“Sejak kemarin, BI telah membeli SBN sebesar Rp 200 triliun, termasuk untuk keperluan debt switching,” ungkap Perry dalam rapat kerja bersama Komite IV Dewan Perwakilan Daerah, Selasa, 2 September 2025.

Skema burden sharing ini bukanlah hal baru. Dosen dan peneliti Universitas Islam Indonesia (UII), Listya Endang Artiani, menjelaskan bahwa Indonesia pernah menerapkan skema serupa saat pandemi Covid-19 melanda.

“Kita punya pengalaman yang serupa, namun dengan konteks yang khas. Ketika pandemi COVID-19 mengguncang pada 2020, penerimaan negara merosot tajam. Sementara itu, kebutuhan belanja untuk kesehatan, perlindungan sosial, dan penyelamatan UMKM melonjak drastis. Akibatnya, defisit anggaran membengkak hingga lebih dari 6 persen PDB, sebuah angka yang sebelumnya hampir tidak pernah terjadi,” jelasnya kepada Tempo, Kamis, 4 September 2025.

Dalam situasi darurat tersebut, lahirlah skema burden sharing antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Saat itu, BI tidak hanya membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana, tetapi juga menanggung sebagian atau bahkan seluruh bunga yang seharusnya dibayar oleh APBN.

Menurut Listya Endang, dengan cara ini pemerintah mendapatkan dana segar untuk membiayai belanja krisis tanpa harus menambah beban bunga utang. Dalam Laporan Perekonomian Indonesia 2020, BI menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat sementara, extraordinary, dan tidak dimaksudkan untuk menjadi permanen (Bank Indonesia, 2021).

“Skema ini sering disebut sebagai salah satu inovasi fiskal-moneter paling berani sejak reformasi. Ini menunjukkan bahwa koordinasi erat antara BI dan Kemenkeu bisa menjadi penyelamat di saat krisis, sekaligus memperlihatkan bagaimana ‘cetak uang’ dalam versi modern bisa dijalankan dengan syarat dan batas tertentu,” kata Listya, dosen di Fakultas Bisnis dan Ekonomika UII, Yogyakarta.

Skema Burden Sharing BI–Kemenkeu (2020–2022)

Pandemi COVID-19, seperti yang diungkapkan Listya Endang, bukan hanya soal rumah sakit yang penuh atau tenaga medis yang kewalahan. Krisis ini juga memukul keras perekonomian Indonesia. Pada tahun 2020, penerimaan negara mengalami penurunan signifikan akibat terhentinya aktivitas ekonomi. Pajak menurun, penerimaan ekspor melemah, dan banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Sebaliknya, pengeluaran negara justru melonjak drastis untuk tiga kebutuhan vital: penanganan kesehatan, perlindungan sosial, dan penyelamatan dunia usaha, terutama UMKM.

Akibatnya, defisit anggaran yang biasanya dijaga pada level 2–3 persen Produk Domestik Bruto (PDB), melonjak hingga lebih dari 6 persen PDB. Angka ini hampir tidak pernah terjadi sejak reformasi fiskal 1998 (Kemenkeu, 2021). Pemerintah menghadapi dilema: bagaimana membiayai lonjakan belanja tanpa membebani APBN dengan utang yang besar?

“Di sinilah lahir skema burden sharing, sebuah kebijakan kolaboratif yang sangat luar biasa antara BI dan Kemenkeu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern Indonesia, bank sentral tidak hanya menjadi penjaga stabilitas moneter, tetapi juga turun tangan langsung membiayai defisit fiskal pemerintah,” kata Listya Endang dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, pada Senin, 4 Agustus 2025.

Skema ini disebut burden sharing karena pada dasarnya membagi beban. Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara (SBN), instrumen utang yang biasa digunakan untuk menutup defisit. Biasanya, SBN ini dibeli oleh investor dengan imbalan bunga yang kemudian harus dibayar oleh APBN. Namun, melalui skema burden sharing, BI ikut membeli sebagian SBN tersebut, dan bahkan menanggung sebagian atau seluruh beban bunga yang seharusnya ditanggung pemerintah.

Dengan mekanisme ini, menurut Listya Endang, APBN terbantu dua kali lipat: pemerintah memperoleh dana segar untuk membiayai program darurat, sekaligus tidak terbebani pembayaran bunga utang yang biasanya cukup besar.

“Ruang fiskal pun bisa difokuskan pada kebutuhan yang mendesak: belanja kesehatan, bantuan sosial bagi masyarakat miskin, subsidi bunga kredit UMKM, hingga program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” kata pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Yogyakarta.

Data dari Kemenkeu menunjukkan bahwa total kontribusi BI melalui skema ini pada 2020–2022 mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun, atau hampir 7 persen dari PDB Indonesia (Kemenkeu, 2022). Angka ini setara dengan hampir setengah dari total belanja negara untuk kesehatan dan perlindungan sosial selama pandemi. Tanpa skema ini, defisit anggaran bisa melonjak lebih tinggi, sementara beban bunga utang dalam APBN akan membengkak drastis.

“Langkah ini bukan hanya teknis, tetapi juga politis, sebagai pilihan sulit namun perlu untuk menyelamatkan perekonomian,” kata Listya. Hal ini adalah wujud “kebijakan sinergi luar biasa” antara fiskal dan moneter, sesuatu yang belum pernah dilakukan sejak reformasi.

Meskipun demikian, burden sharing tidak boleh menjadi kebijakan permanen. Hal ini dikarenakan dapat merusak kredibilitas BI sebagai bank sentral yang independen. Milton Friedman sejak lama mengingatkan bahwa “tidak ada makan siang gratis” dalam kebijakan moneter: bantuan bank sentral memang meringankan beban jangka pendek, tetapi dapat menimbulkan inflasi dan risiko moral hazard di masa depan (Friedman, 1963). Implikasi dari kebijakan burden sharing ini tentu perlu diperhatikan secara saksama agar tidak menimbulkan permasalahan ekonomi di kemudian hari.

Tak heran, skema burden sharing ini disebut sebagai “eksperimen kebijakan terbesar” dalam sejarah moneter-fiskal Indonesia pasca-krisis 1998. “Ini menunjukkan bahwa dalam kondisi darurat, pagar antara fiskal dan moneter bisa dilonggarkan, asalkan ada komitmen kuat bahwa langkah ini bersifat sementara, extraordinary, dan tidak menjadi normal baru,” ujar Listya.

Pilihan Editor: Burden Sharing Bank Indonesia-Kemenkeu: Risiko Ekonomi, Politik, dan Kredibilitas BI

Ringkasan

Bank Indonesia (BI) kembali menerapkan skema burden sharing dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 200 triliun. Skema ini bertujuan mendukung pembiayaan program pemerintah, serupa dengan yang pernah dilakukan saat pandemi Covid-19. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pembelian SBN ini adalah bagian dari kebijakan moneter ekspansif.

Saat pandemi, skema burden sharing membantu pemerintah mengatasi defisit anggaran yang melonjak akibat penurunan penerimaan negara dan peningkatan belanja kesehatan serta perlindungan sosial. BI membeli SBN dan menanggung sebagian atau seluruh beban bunga, membantu pemerintah mendapatkan dana segar tanpa menambah beban utang. Skema ini dianggap sebagai inovasi fiskal-moneter yang berani, namun tidak boleh menjadi kebijakan permanen karena berpotensi merusak kredibilitas BI.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

Adu Irit SUV: Xpander Cross vs XL7 vs BR-V, Mana Terbaik?

June 29, 2025
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel-Iran: Kejutan Dunia!

June 24, 2025
Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

Rumput GBK Level Up Lapangan Kampung di Yogya! Hasilnya Bikin Melongo!

May 31, 2025
Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

Gunung Kuda Longsor: Belasan Korban Diduga Tertimbun, Tim SAR Bergerak!

May 31, 2025
Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

Harga iPhone 13 Pro & Pro Max Second Juni 2025: Worth It?

0
Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

Rahasia Makeup Natural Flawless: 6 Tips Mudah untuk Pemula!

0
Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

Deadline Dividen! 34 Emiten Cum Date Minggu Depan, Jangan Ketinggalan!

0
Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

Terungkap! Alasan Malaysia Tolak Undangan Timnas Indonesia dari Erick Thohir

0
Timnas Indonesia hajar Oman 3-0, PSSI puji keberanian John Herdman mainkan talenta muda

Timnas Indonesia hajar Oman 3-0, PSSI puji keberanian John Herdman mainkan talenta muda

June 7, 2026
‘Pertama di dunia’, vaksin dirancang oleh kecerdasan buatan

‘Pertama di dunia’, vaksin dirancang oleh kecerdasan buatan

June 7, 2026
Cuaca hari ini: Jabodetabek diprediksi berawan

Cuaca hari ini: Jabodetabek diprediksi berawan

June 7, 2026
Persija punya banyak pemain muda, kini saatnya mencuri hati Shin Tae-yong?

Persija punya banyak pemain muda, kini saatnya mencuri hati Shin Tae-yong?

June 7, 2026

Recent News

Timnas Indonesia hajar Oman 3-0, PSSI puji keberanian John Herdman mainkan talenta muda

Timnas Indonesia hajar Oman 3-0, PSSI puji keberanian John Herdman mainkan talenta muda

June 7, 2026
‘Pertama di dunia’, vaksin dirancang oleh kecerdasan buatan

‘Pertama di dunia’, vaksin dirancang oleh kecerdasan buatan

June 7, 2026

Categories

  • Arts
  • autos
  • Careers
  • Crime
  • Education And Learning
  • entertainment
  • Family And Relationships
  • Fashion And Style
  • finance
  • Food And Drink
  • Gaming
  • General
  • health
  • Hobbies And Interests
  • Home And Garden
  • Lifestyle
  • Lifestyles
  • News
  • Personal Development
  • Pets And Animals
  • politics
  • Public Safety And Emergencies
  • Science
  • Shopping
  • Society Culture And History
  • sports
  • technology
  • travel
  • Uncategorized
  • Urban Infrastructure
  • War And Conflicts
  • Weather

Site Navigation

  • Home
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Privacy & Policy
  • Other Links

We bring you the best Auto Generate Content News for WordPress Plugins that perfect for news, etc. Check our landing page for details.

© 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Advertisement
  • Contact Us
  • Homepages
    • Home 1
    • Home 2
    • Home 3
    • Home 4
    • Home 5

© 2025