Presiden Prabowo telah resmi menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru. Penunjukan ini dilakukan setelah Dadan Hindayana, kepala BGN sebelumnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang mengguncang lembaga tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan strategis ini diambil setelah Presiden Prabowo memantau dan mengevaluasi secara intensif pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh BGN selama hampir 1,5 tahun terakhir. “Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” tegas Prasetyo pada Selasa, 2 Juni 2026, menandai sebuah langkah tegas dalam perbaikan tata kelola.
Tidak hanya pimpinan utama, Prabowo juga turut mencopot dua wakil kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya, yang keduanya juga berstatus tersangka dalam kasus yang sama. Untuk mengisi kekosongan posisi penting ini, Presiden Prabowo menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai pengganti yang baru.
Pengangkatan Nanik Deyang sebagai pucuk pimpinan BGN tentu tidak lepas dari rekam jejaknya yang mumpuni. Perjalanan karirnya di BGN menunjukkan dedikasi dan ketegasan dalam menghadapi tantangan, menjadikannya pilihan utama untuk memimpin lembaga vital ini di tengah krisis kepercayaan.
Sebelum menjabat Kepala BGN, Nanik S Deyang telah mengemban tugas sebagai Wakil Kepala BGN sejak 17 September 2025. Pengalaman ini didahului posisinya sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. Kinerja Nanik selama menjabat sebagai wakil kepala menjadi salah satu pertimbangan krusial Presiden Prabowo dalam menunjuknya.
Prasetyo Hadi bahkan menyebut bahwa Nanik dianggap menonjol dalam evaluasi dan pemantauan kerja BGN. “Beliau salah satu yang cukup, kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas,” tutur politikus Partai Gerindra tersebut, menggarisbawahi kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan BGN saat ini.
Salah satu momen paling menonjol dalam perjalanan Nanik di BGN adalah ketika ia dengan tulus meminta maaf atas insiden keracunan yang menimpa ribuan anak sekolah penerima program MBG di berbagai daerah. Dengan suara terisak saat konferensi pers di kantor BGN, Jakarta, pada Jumat, 26 September 2025, Nanik mengakui tanggung jawab lembaganya dan berjanji akan melakukan perbaikan secara menyeluruh. “Jadi sekali lagi, kepada anak-anak saya yang tercinta di seluruh Indonesia dan juga para orang tua, saya mohon maaf atas nama BGN, dan berjanji tidak akan lagi terjadi,” ujarnya, menunjukkan komitmen kuat terhadap keamanan dan kualitas gizi anak-anak.
Tindak lanjut atas kasus keracunan tersebut segera diwujudkan dengan penutupan puluhan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kedapatan tidak beroperasi sesuai standar prosedur. Hingga Jumat sore di tanggal yang sama, Badan Gizi mencatat 45 dapur MBG tidak memenuhi prosedur operasional standar (SOP), dan 40 di antaranya dinyatakan ditutup untuk waktu yang tidak ditentukan oleh Nanik. Ia menekankan pentingnya partisipasi semua pihak di daerah untuk membantu pengawasan operasional dapur atau SPPG, sembari BGN sendiri berjanji melakukan pengawasan maraton dan perbaikan pelayanan secara kontinu.
Untuk mencegah terulangnya insiden serupa, Nanik juga mengeluarkan ultimatum tegas bagi mitra MBG. Mereka diwajibkan untuk melengkapi Sertifikat Layak Higiene Sanitasi (SLHS), sertifikat halal, dan sertifikat kelayakan air dalam kurun waktu satu bulan. “Apabila dalam waktu satu bulan itu ternyata mereka tak memenuhi tiga hal ini, maka kami akan tutup,” tegasnya, menegaskan komitmen terhadap standar kualitas tertinggi.
Nanik menjelaskan bahwa kontrak para mitra bersifat tahunan, dengan klausul yang memungkinkan BGN untuk menghentikan kerja sama secara sepihak jika persyaratan tidak terpenuhi. Sebagai upaya tambahan dalam peningkatan mutu, BGN juga menetapkan aturan bahwa semua SPPG harus dipimpin oleh chef atau koki bersertifikasi. Nantinya, satu pimpinan koki akan menjadi wakil dari BGN, sementara pihak mitra juga wajib menyiapkan chef pendamping, sehingga setiap dapur akan memiliki dua chef bersertifikasi. Seiring penunjukan ini, Nanik Deyang diharapkan segera memaparkan empat langkah prioritasnya dalam memimpin BGN.
Sultan Abdurrahman dan Ilona Estherina berkontribusi dalam artikel ini.













