Persija Jakarta selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu klub yang konsisten dalam memberikan kesempatan emas bagi para pemain muda untuk berkembang dan menunjukkan potensi terbaik mereka.
Komitmen ini kembali terlihat nyata pada musim Liga Super 2025/2026, di mana Macan Kemayoran sukses melahirkan sejumlah talenta baru. Para pemain belia tersebut berkesempatan merasakan atmosfer debut di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Setidaknya lima pemain muda berbakat berhasil mencicipi pengalaman berharga bersama tim utama Persija. Mereka adalah Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur.
Arlyansyah Abdulmanan menjadi yang pertama mencatatkan debut, tampil membela Persija saat menghadapi Persita di Jakarta International Stadium (JIS) pada Agustus 2025. Jehan Pahlevi menyusul dengan debutnya melawan PSM Makassar, kemudian Figo Dennis saat bersua Persik Kediri. Akhirnya, Dia Syayid dan Hafizh Rizkianur turut melengkapi daftar para pemain muda yang dipercaya tampil bersama skuad senior sepanjang musim lalu, menegaskan kuatnya komitmen klub terhadap pembinaan usia muda.
Fakta tersebut diperkuat oleh statistik mengesankan: dalam lima musim terakhir, tercatat sudah 23 pemain lulusan Elite Pro Academy (EPA) berhasil menembus tim utama dan merasakan debut profesional bersama Macan Kemayoran. Ini menunjukkan bahwa pembinaan pemain muda di Persija memiliki tujuan yang jelas, yakni membuka jalan menuju skuad utama.
Kendati demikian, musim 2026/2027 diprediksi akan menghadirkan tantangan yang jauh lebih berat bagi para pemain muda Persija. Salah satu alasan utamanya adalah santernya kabar yang menyebut bahwa mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, akan segera mengambil alih kursi pelatih baru Macan Kemayoran.
Sosok pelatih asal Korea Selatan ini memang dikenal memiliki standar tinggi dalam memilih pemain. Meskipun tidak pernah ragu memberikan kesempatan kepada pemain muda, Shin Tae-yong selalu menekankan perlunya pembuktian kualitas. Saat menangani Timnas Indonesia, ia sukses melahirkan banyak pemain muda berbakat seperti Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, hingga Witan Sulaeman.
Namun, di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong, usia muda bukanlah jaminan untuk mendapatkan menit bermain. Sebaliknya, setiap pemain harus mampu memenangkan persaingan ketat melalui kerja keras, disiplin, dan penampilan terbaik di lapangan latihan.
Situasi ini semakin menantang karena mulai musim depan, regulasi wajib memainkan pemain U-23 yang berlaku dalam beberapa musim terakhir akan ditiadakan. Ini berarti, para pemain muda Persija tidak lagi memiliki “jalur khusus” untuk mendapatkan kesempatan bermain. Mereka kini harus bersaing secara langsung dengan para pemain senior dan pemain asing demi memperebutkan tempat di skuad utama.
Nama-nama seperti Arlyansyah Abdulmanan, Jehan Pahlevi, Figo Dennis, Dia Syayid, dan Hafizh Rizkianur kini dihadapkan pada ujian sesungguhnya dalam karier mereka. Jika sebelumnya regulasi usia muda dapat menjadi pintu masuk ke tim utama, kini satu-satunya cara untuk bertahan dan berkembang adalah dengan mencuri perhatian pelatih melalui kualitas permainan yang mumpuni.
Bagi Shin Tae-yong, reputasi maupun status pemain tidak pernah menjadi faktor utama. Yang terpenting baginya adalah siapa yang paling siap membantu tim meraih kemenangan. Oleh karena itu, era baru Persija berpotensi menjadi panggung sekaligus ujian besar bagi generasi muda Macan Kemayoran. Mereka tidak hanya dituntut untuk membuktikan diri layak berada di tim utama, tetapi juga harus mampu merebut hati sang pelatih agar mendapatkan kesempatan bermain secara reguler.
Musim depan berpotensi menjadi awal lahirnya bintang-bintang baru Persija. Namun untuk mewujudkannya, para talenta muda itu harus melewati tantangan terbesar dalam karier mereka, yakni memenangkan kepercayaan seorang Shin Tae-yong. Kabarnya, Shin Tae-yong akan diperkenalkan secara resmi oleh Persija pada Senin, 8 Juni 2026.













