
News Stream Pro – Persaingan sengit di ajang Moto3 2026 kini diwarnai gejolak tak terduga yang secara signifikan menguntungkan pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama. Dua rival utamanya, Brian Uriarte dan Adrian Fernandez, dijatuhi sanksi diskualifikasi akibat pelanggaran teknis berbeda. Keputusan yang diumumkan setelah investigasi resmi FIM dan MotoGP ini tak hanya mengubah peta klasemen sementara, tetapi juga membuka peluang emas bagi Veda untuk bersaing di jajaran teratas kejuaraan.
Diskualifikasi terhadap Brian Uriarte dan Adrian Fernandez menjadi salah satu peristiwa paling mengejutkan sekaligus terbesar sepanjang musim Moto3 2026. Kedua pembalap asal Spanyol ini harus kehilangan banyak poin penting yang sebelumnya berhasil mereka kumpulkan dalam beberapa seri awal kejuaraan, membawa dampak substansial pada posisi mereka di papan klasemen.
Kasus Brian Uriarte: Pelanggaran Spesifikasi Oli Mesin
Kronologi diskualifikasi Brian Uriarte bermula dari pemeriksaan teknis pascakualifikasi Moto3 Catalunya. Pembalap rookie dari tim Red Bull KTM tersebut terbukti menggunakan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi resmi FIM Moto3. Motor Uriarte ditemukan memakai “Oli di luar spesifikasi FIM Moto3”, sebuah temuan yang langsung memicu investigasi lebih lanjut oleh otoritas kejuaraan.
Regulasi Moto3 secara tegas menyebutkan, “Hanya oli mesin dari pemasok oli yang ditunjuk yang diperbolehkan digunakan di semua bagian mesin, termasuk bak engkol, transmisi, dan kopling.” Aturan tersebut juga menegaskan, “Penggunaan minyak resmi tanpa tambahan atau perubahan apa pun adalah wajib.” Dengan demikian, penggunaan oli di luar spesifikasi resmi dianggap sebagai pelanggaran teknis serius yang tak bisa ditoleransi.
Setelah temuan awal, Uriarte dipanggil untuk menjalani sidang saat akhir pekan balapan Mugello. Untuk memastikan hasil pemeriksaan sebelumnya, pembalap muda Spanyol ini kemudian meminta sampel kedua atau Sample B untuk dianalisis. Hasil pengujian Sample B pun mengonfirmasi temuan pada Sample A, tanpa adanya perbedaan yang signifikan, sehingga dugaan pelanggaran teknis dinyatakan terbukti. Pada sidang yang digelar di Hungaria, FIM akhirnya menjatuhkan sanksi diskualifikasi terhadap hasil kualifikasi dan balapan Moto3 Catalunya milik Uriarte. Ironisnya, keputusan ini muncul hanya beberapa hari setelah Uriarte meraih kemenangan grand prix pertamanya di Mugello.
Sebelum terkena sanksi, Uriarte menempati posisi keempat klasemen sementara Moto3 2026, meskipun tertinggal 78 poin dari pemuncak klasemen Maximo Quiles. Namun, akibat pengurangan poin dari Catalunya, posisi Uriarte diperkirakan akan merosot drastis hingga sekitar peringkat kedelapan klasemen sementara. Situasi ini tentu saja sangat memperberat peluangnya dalam mengejar gelar juara dunia.
Kasus Adrian Fernandez: Dugaan Manipulasi Mesin
Sementara itu, kasus Adrian Fernandez dari tim Leopard Racing jauh lebih kompleks dibandingkan Uriarte, karena melibatkan dugaan manipulasi mesin yang serius. Investigasi dilakukan setelah ditemukan kejanggalan pada segel pengaman mesin milik Fernandez. Menurut pernyataan resmi MotoGP, dua mesin yang digunakan pembalap tersebut sepanjang musim 2026 diketahui telah dibuka tanpa otorisasi resmi. Temuan ini berasal dari laporan Technical Director dan pabrikan mesin yang bertugas melakukan inspeksi.
Kasus pertama terungkap setelah GP Prancis, ketika pabrikan mesin meminta pelepasan segel mesin yang telah mencapai akhir masa pakainya. Dalam proses tersebut, ditemukan kabel segel pada salah satu mesin Fernandez tidak sesuai dengan prosedur standar. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa mesin tersebut pernah dibuka tanpa izin. Berdasarkan regulasi FIM, mesin yang segelnya rusak atau dimanipulasi akan dianggap sebagai mesin baru dalam alokasi pembalap. Stewards MotoGP kemudian menyatakan tindakan ini melanggar regulasi durabilitas mesin Moto3 serta aturan yang merugikan kepentingan olahraga. Sanksi awal yang dijatuhkan adalah diskualifikasi dari GP Thailand, Brasil, Amerika Serikat, dan Spanyol.
Masalah Fernandez belum berhenti sampai di situ. Setelah balapan Mugello, beberapa mesin Leopard Racing kembali diminta untuk diperiksa oleh pihak teknis. Saat inspeksi berlangsung, ditemukan indikasi manipulasi pada kabel segel dan stiker pengaman mesin lainnya. Mesin tersebut kemudian dibawa ke seri berikutnya dan dibongkar langsung oleh pabrikan di bawah pengawasan Technical Director. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah anomali yang jelas menunjukkan mesin telah disetel atau dibuka sebelumnya. Temuan ini memperkuat dugaan adanya pelanggaran teknis kedua. Karena mesin kedua juga terbukti dibuka tanpa izin, Fernandez kembali dijatuhi hukuman tambahan, yaitu diskualifikasi dari GP Prancis dan GP Catalunya.
Dampak Besar bagi Veda Ega Pratama
Lantas, seberapa besar keuntungan yang didapat Veda Ega Pratama dari kedua kasus diskualifikasi ini? Diskualifikasi Adrian Fernandez memberikan dampak paling signifikan terhadap klasemen sementara Moto3 2026. Pembalap Leopard Racing itu harus kehilangan total 77 poin dari enam balapan yang dibatalkan. Sebelum sanksi ini dijatuhkan, Fernandez berada di posisi ketiga klasemen dan menjadi salah satu kandidat kuat juara dunia. Namun, setelah hukuman diterapkan, ia kini hanya menyisakan 13 poin hasil finis keempat di Mugello dan terlempar jauh ke posisi ke-20 klasemen.
Situasi ini secara langsung menguntungkan Veda Ega Pratama. Pembalap berusia 17 tahun yang tampil konsisten bersama Honda Team Asia ini resmi naik ke posisi ketiga klasemen sementara setelah pengurangan poin Fernandez. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi karier pembalap Indonesia di ajang Moto3. Selain memperbesar peluangnya meraih gelar Rookie of the Year, Veda kini juga semakin mendekat pada persaingan perebutan gelar juara dunia musim 2026. Dengan tekadnya menghadapi trek baru di Moto3 Hungaria 2026 dan target untuk melanjutkan tren positif, Veda menunjukkan semangat juang tinggi, meskipun ia sempat meraih hasil beragam seperti finis P2 dalam latihan dan P26 di FP1.
Dengan banyaknya seri yang masih tersisa, persaingan Moto3 dipastikan akan tetap berlangsung ketat dan penuh dinamika. Namun, dua kasus diskualifikasi besar yang menimpa Brian Uriarte dan Adrian Fernandez ini telah mengubah secara drastis peta persaingan, sekaligus membuka jalan yang lebih lebar bagi Veda Ega Pratama untuk mencetak sejarah di level balap dunia.












