Tim Nasional Indonesia sukses menorehkan kemenangan manis atas Oman pada Jumat (5/6/2026) malam WIB. Bertanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dalam ajang FIFA Matchday, Skuad Garuda mengukuhkan dominasinya melalui gol-gol yang dicetak oleh Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.

Kemenangan Timnas Indonesia atas Oman tidak hanya sekadar penambahan angka di papan skor. Lebih dari itu, duel sengit ini menjadi saksi bisu terciptanya sejumlah pencapaian baru yang membanggakan bagi Timnas Indonesia, di mana para punggawa seperti Ole Romeny dan kawan-kawan berhasil mengukir sejarah penting.
1. Debutan Termuda dalam Sejarah Timnas Indonesia
Malam bersejarah itu melahirkan seorang debutan termuda di skuad senior Timnas Indonesia, Mathew Baker. Pemain kelahiran 13 Mei 2009 ini secara resmi mencatatkan debutnya pada usia yang sangat belia, yakni 17 tahun 23 hari. Mathew Baker masuk menggantikan Rizky Ridho pada menit ke-80, sebuah momen yang secara langsung mematahkan rekor debutan termuda sebelumnya yang dipegang oleh Arkhan Kaka, yang membuat debut pada usia 17 tahun 3 bulan dan 7 hari. Debut ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi sang pemain, tetapi juga membuat pelatih John Herdman bangga atas kemunculan talenta muda yang menjanjikan.

Meskipun tampil dalam waktu yang relatif singkat, Mathew Baker menunjukkan performa yang sangat solid di lini belakang, turut memastikan Timnas Indonesia meraih clean sheet. Kemampuannya yang dapat menguasai berbagai posisi diyakini akan menjadikan Mathew Baker sebagai salah satu andalan Timnas Indonesia di masa depan. Rekor ini sekaligus menjadi pembuktian awal potensi besar yang dimiliki pemain muda tersebut di kancah sepak bola nasional.

2. Akhiri Puasa Kemenangan Selama 38 Tahun
Kemenangan atas Oman juga menandai berakhirnya penantian panjang Timnas Indonesia untuk mengukir kemenangan atas negara tersebut. Setelah berpuasa selama 38 tahun, Skuad Garuda akhirnya mampu membukukan kembali kemenangan. Terakhir kali Timnas Indonesia berhasil menundukkan Oman adalah pada tahun 1988, ketika itu mereka menang telak 3-0 dalam ajang King’s Cup yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand.

Meskipun pertandingan ini hanya berstatus uji coba dalam agenda FIFA Matchday, hasil positif ini seharusnya menjadi momentum penting bagi anak asuh John Herdman. Kemenangan ini diharapkan dapat memicu semangat dan kepercayaan diri tim untuk mengukir sejarah emas lainnya dalam perjalanan Timnas Indonesia di kancah internasional.
3. Gol Perdana Justin Hubner untuk Timnas Indonesia
Sejak melakukan debutnya di Timnas Indonesia, Justin Hubner belum pernah sekalipun mencatatkan namanya di papan skor. Menurut data dari Transfemarkt, Justin Hubner belum mencetak gol di semua level kompetisi, mulai dari Timnas U-20 hingga senior, dalam 24 pertandingan sebelum laga melawan Oman ini. Namun, penantian panjang itu akhirnya berakhir.
Tandukan kerasnya pada menit ke-13, yang menyambut umpan lambung akurat dari Nathan Tjoe-A-On, menjadi momen bersejarah baginya. Gol tersebut tidak hanya menjadi gol perdananya bersama Timnas Indonesia di semua level kelompok usia, tetapi juga menjadi hadiah istimewa bagi Justin Hubner menjelang pernikahannya dengan Jennifer Coppen yang akan dilangsungkan pada 12 Juni 2026 mendatang di Sanur, Bali.
4. Samai Peringkat Tertinggi FIFA dalam 19 Tahun Terakhir
Kemenangan penting atas Oman ini juga berdampak signifikan terhadap posisi Timnas Indonesia di peringkat FIFA. Berdasarkan kalkulasi live ranking di laman resmi FIFA, Timnas Indonesia berhasil naik ke peringkat ke-118. Peringkat ini merupakan pencapaian yang setara dengan posisi tertinggi yang pernah dicapai Indonesia dalam 19 tahun terakhir.
Sebelumnya, Timnas Indonesia pernah menempati peringkat ke-118 pada Juli 2025 setelah meraih kemenangan atas China dan menelan kekalahan dari Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Sementara itu, posisi terbaik Indonesia dalam 19 tahun terakhir adalah peringkat ke-120 pada 16 Desember 2009. Apabila melihat rentang waktu dua dekade terakhir, peringkat FIFA tertinggi Timnas Indonesia pernah diukir pada 17 Mei 2006, saat itu Skuad Garuda berada di posisi ke-110 dunia.













