Jakarta, IDN Times – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) baru saja mengukir komitmen kuatnya terhadap pemegang saham dengan menyepakati pembagian dividen final senilai total Rp7.634.227.893.300. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025, di mana para pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp201 per lembar saham.
Pembagian dividen ini bukan yang pertama kali dilakukan Unilever Indonesia untuk tahun buku 2025. Sebelumnya, Perseroan telah mendistribusikan dividen interim. Dividen interim tersebut berjumlah Rp3.304.367.297.100, dengan masing-masing pemegang saham menerima Rp87 per lembar saham. Pembayaran dividen interim ini sendiri telah dilakukan secara resmi kepada pemilik saham pada 30 Desember 2025 lalu, menunjukkan konsistensi Perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada investor.
Menariknya, total dividen yang disalurkan kepada pemegang saham ini setara dengan 100 persen dari keseluruhan laba bersih Perseroan pada tahun 2025. Langkah ini menggarisbawahi kinerja keuangan yang solid, di mana laba bersih Unilever Indonesia tercatat naik 21,8 persen menjadi Rp3,5 triliun pada tahun tersebut. Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, melalui keterangan resmi pada Jumat (5/6/2026), menegaskan, “Rasio pembayaran dividen sebesar 100 persen menegaskan komitmen kami untuk terus memberikan nilai bagi para pemegang saham. Hal ini juga mencerminkan disiplin kami dalam mengelola alokasi modal, serta keyakinan terhadap kekuatan dan ketahanan operasional Perseroan.”
Kinerja finansial Unilever Indonesia pada 2025 memang menunjukkan hasil yang positif dan kuat. Perseroan berhasil membukukan penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun, tidak termasuk kontribusi dari bisnis es krim dan teh SariWangi. Meskipun margin laba bruto tercatat 46,9 persen, turun 60 basis poin akibat biaya transformasi, namun angka ini menunjukkan peningkatan 46 basis poin jika biaya tersebut dikecualikan. Lebih lanjut, posisi keuangan Perseroan semakin kokoh dengan arus kas bebas (free cash flow) mencapai Rp4,9 triliun, 1,7 kali lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, serta dengan posisi tanpa utang.
Benjie Yap juga menambahkan pandangannya terkait strategi ke depan, “Kami percaya bahwa keseimbangan antara pembayaran dividen yang optimal dan kinerja jangka panjang merupakan fondasi penting dalam menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif.” Pernyataan ini menegaskan visi Unilever Indonesia untuk terus bertumbuh secara berkelanjutan sambil tetap memberikan nilai maksimal bagi seluruh pemangku kepentingan.