BANDUNG – PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) melalui Deputy CEO-nya, Adhitia Putra Herawan, akhirnya angkat bicara mengenai masa depan pelatih Bojan Hodak. Sebuah keputusan krusial telah diambil, menempatkan Igor Tolic sebagai pengganti resmi Bojan untuk musim 2026/2027 di kursi kepelatihan tim.
Pergantian kepemimpinan di kursi pelatih utama Maung Bandung ini juga disertai dengan penugasan baru bagi Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia tersebut kini resmi mengemban tugas sebagai Shareholder Group Technical Advisor. Menariknya, penunjukan ini sekaligus mengakhiri spekulasi liar mengenai kepindahan Bojan. Adhitia menegaskan bahwa Bojan tetap terikat kontrak dengan Persib, membantah rumor yang menyebut sang pelatih menolak perpanjangan kontrak setelah sukses membawa Persib meraih gelar juara.
Adhitia Putra Herawan menjelaskan bahwa penunjukan Igor sebagai pelatih baru Persib bukanlah sebuah keputusan mendadak, melainkan bagian dari rencana yang telah dipersiapkan dan dipertimbangkan matang. “Sebetulnya kalau teman-teman memahami apa yang terjadi sekarang dengan pergantian dari Bojan ke Igor, itu tuh bukan sesuatu yang sebetulnya mendadak. Itu memang sudah menjadi plan juga bahwa nanti kalau misalnya Bojan harus beristirahat gitu kan ya. Suksesornya siapa, punya filosofi yang sama dan segala macam,” ungkap Adhitia, seperti dilansir BolaSport.com dari laman Tribun Jabar. Sebagai tangan kanan Bojan sebelumnya, Igor dinilai memiliki pemahaman mendalam tentang kondisi tim dan diharapkan tidak memerlukan waktu adaptasi yang lama dalam menjalankan tugas barunya.
Di tengah dinamika persiapan tim, manajemen Persib juga tak henti melakukan evaluasi menyeluruh. Selain fokus pada transisi pelatih, klub juga baru-baru ini telah secara resmi melepas seorang bek asing, menyampaikan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan sang pemain selama membela panji kebanggaan Persib Bandung.
Dengan jabatan barunya sebagai juru taktik Maung Bandung, Igor Tolic akan terus dipantau secara intensif. Ia mengemban tugas berat untuk memimpin tim yang telah sukses meraih tiga kali gelar juara beruntun, sebuah pencapaian yang menempatkan ekspektasi tinggi di setiap pertandingan. Proses transisi ini, dengan segala tantangan dan harapannya, harus dihadapi dengan sebaik-baiknya. Adhitia menambahkan, “Nah, terkait dengan short-term atau long-term. Nanti kita lihat hasilnya seperti apa.”
Perjalanan Persib untuk mencapai puncak memang tidak selalu mulus. Sebelumnya, manajemen klub sempat menghadapi kendala besar, menyuarakan kesulitan bersaing ketat dengan klub-klub mapan seperti Borneo FC dan Persija, bahkan ada momen keraguan apakah Persib mampu meraih gelar juara di tengah persaingan yang ketat.
Kendati demikian, Adhitia kembali menegaskan bahwa Bojan Hodak masih menjadi bagian integral dari Persib. Keputusannya untuk mundur dari posisi pelatih kepala adalah karena alasan kesehatan, membutuhkan waktu untuk pemulihan. Oleh karena itu, pihak manajemen memastikan bahwa pelatih berusia 55 tahun tersebut tidak akan bisa tiba-tiba melatih tim lain. “Tidak bisa (tiba-tiba melatih tim lain). Tidak bisa, ya. Pasti terikat kontrak,” ujarnya, mengakhiri spekulasi dan memastikan komitmen Bojan terhadap klub. Kualitas tim juga terlihat dari kontribusi pemainnya; Persib Bandung bahkan telah menyumbangkan satu pemainnya untuk berlaga di ajang Piala Dunia 2026, menunjukkan standar dan capaian klub di kancah sepak bola nasional maupun internasional.













