Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya angkat bicara mengenai keputusan penting pemanggilan Mathew Baker ke skuad senior. Langkah ini menandai debut Mathew Baker di level tertinggi sepak bola Tanah Air, sebuah keputusan strategis yang menarik perhatian banyak pihak.
Bek muda berbakat dari Melbourne City tersebut secara resmi masuk dalam daftar akhir skuad Timnas Indonesia yang akan berlaga di ajang FIFA Matchday Juni 2026. Dua lawan tangguh, Oman dan Mozambik, akan menjadi ujian perdana bagi Baker di panggung internasional bersama tim senior Garuda.
John Herdman menegaskan bahwa pemanggilan Mathew Baker bukanlah suatu kebijakan yang diambil secara sembarangan. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian integral dari “strategi akselerasi” yang telah ia terapkan, bertujuan untuk mempercepat perkembangan talenta-talenta muda dan memastikan adaptasi mereka ke tim nasional senior berjalan mulus.
“Ya, saya rasa saya sudah mengatakannya terakhir kali. Kami memiliki sebuah strategi yang disebut strategi akselerasi,” ujar John Herdman menjelaskan filosofinya. “Jadi, tujuannya adalah untuk mempercepat talenta muda. Talenta yang menunjukkan beberapa indikator profil untuk posisi-posisi yang kami lihat di tim nasional.”
Sang pelatih menambahkan bahwa Mathew Baker telah menunjukkan potensi luar biasa. “Dia tentu saja menunjukkan bahwa dia bisa memenuhi beberapa indikator tersebut di TC yang kami adakan di bulan Mei. Kami sangat terkesan dengan apa yang kami lihat,” pujinya. Herdman percaya bahwa semakin dini seorang pemain memulai karier internasionalnya, semakin besar pula peluang untuk melompat ke jenjang berikutnya dalam perjalanan karier mereka.
Strategi akselerasi ini, yang menargetkan Timnas Indonesia untuk tidak main-main, bahkan bertekad meraih gelar juara Piala AFF 2026, sebenarnya bukan hal baru bagi John Herdman. Metode serupa telah ia terapkan secara sukses saat menukangi Timnas Kanada. Pemain-pemain seperti Jonathan David dan Liam Millar pernah mendapatkan kesempatan dengan metode ini, yang kemudian terbukti efektif membawa mereka berkembang menjadi pilihan utama di skuad Kanada.
“Sekali lagi, saya sudah sebutkan kerja keras bersama Jonathan David, dengan Liam Millar, dll, di Kanada, mereka ini adalah pemain-pemain muda yang dulunya berada di akademi. Diberi kesempatan di tim nasional, mereka kemudian menemukan diri mereka berada di klub-klub besar dan momen-momen besar,” imbuh Herdman, memaparkan rekam jejak keberhasilannya.
Mengenai Mathew Baker, John Herdman mengaku telah melihat potensi besarnya selama pemusatan latihan bersama Timnas Indonesia senior. Untuk memaksimalkan perkembangannya, pemain berdarah Medan ini telah secara khusus dimintakan sosok mentor yang sangat berpengalaman di skuad Timnas Indonesia. Pelatih Herdman menunjuk Kevin Diks, bek tangguh yang berkompetisi di Bundesliga, untuk membimbing Baker.
Di balik pemanggilan Mathew Baker, muncul pula analisis bahwa langkah ini merupakan strategi cermat untuk mengamankan bakat pemain berdarah Indonesia tersebut agar tidak ‘dibajak’ oleh tim nasional Australia, sebuah pertimbangan strategis dalam persaingan talenta di kancah internasional.
Status Kevin Diks sebagai pemain belakang di kompetisi Bundesliga serta pengalaman internasionalnya diharapkan menjadi sumber transfer ilmu berharga bagi Mathew Baker. Herdman berharap transfer pengetahuan dari seniornya tersebut dapat menambah kemampuan Baker untuk mengejar level tertinggi dalam sepak bola.
“Jadi, dengan Mathew, kita melihat sedikit potensi itu dalam dirinya. Penting bagi dia untuk mengekspos dirinya,” ujar John Herdman. “Kevin Diks mementorinya minggu ini sehingga dia mendapatkan paparan dari seorang pemain Bundesliga dengan pengalaman internasional. Dan bagi dia, ini akan menjadi kenangan seumur hidup, saya rasa, berlatih dengan grup ini.”
Herdman juga meyakini bahwa pengalaman ini akan memberikan dampak jangka panjang. “Ketika dia melihat intensitas ini, dia akan dapat membawa hal itu ke lingkungan tim muda juga dan menetapkan standar baru di sana,” tambahnya. Ia menutup dengan menekankan fokus utama: “Tugas pertama adalah agar dia mencapai standar di sini. Dia tidak terlihat salah tempat. Dia memulai kamp dengan baik. Sikap yang luar biasa. Tetapi dia masih muda, dan perjalanannya masih panjang.”













