News Stream Pro Tidak semua pembalap yang menggunakan motor KTM menunjukkan kekuatan selama balapan seri ketujuh pada Moto3 Italia 2026.
KTM memang menggila ketika menguasai posisi tiga besar untuk meraih podium dalam balapan akhir pekan kemarin di Sirkuit Mugello, Italia.
Dua pembalap Red Bull KTM Ajo yakni Brian Uriarte dan Alvaro Carpe finis 1-2, dan podium ketiga diraih Hakim Danish dari tim AEON Credit MT Helmets MSI.
Namun, kebalikan dari tim Red Bull KTM Ajo, tim satelit mereka yakni Red Bull KTM Tech3 justru harus gigit jari karena pulang dengan tangan hampa.
Tim balap asal Prancis itu malah menjadi tim KTM kedua yang finis paling belakang di antara tim KTM lainnya setelah CODE Motorsport yang tidak meraih poin.
CODE Motorsports dan KTM Tech3 menjadi dua terbawah di antara tim KTM lainnya, Red Bull KTM Ajo, AEON Credit MT Helmets MSI, Level UP – MTA, Liqui Moly Dynavolt IntactGP, CFMoto Aspar Team, dan CIP Green Power.
Pembalap KTM Tech3 juga kalah cepat dari pembalap tim Honda dari Leopard Racing, GRYD MLav Racing, Honda Team Asia, dan Rivacold Snipers Team pada Moto3 Italia.
Dua pembalap KTM Tech3, Valentin Perrone dan Rico Salmela mengalami kesulitan.
Veda Tak Berkutik Tembus Podium, Brian Uriarte Ungkap Pesan Khusus Mantan Manajer Marc Marquez di GP Italia
Perrone yang start dari posisi ke-15 harus mengakhiri balapan di tempat ke-18, sementara Salmela gagal menyelesaikan lomba karena terjatuh.
“Sejak awal akhir pekan ini, saya sedikit kesulitan menyesuaikan diri dengan motor,” kata Valentin Perrone, dilansir BolaSport.com dari laman resmi KTM Tech3.
“Tetapi kami mengatasinya selangkah demi selangkah dan pada hari Sabtu saya sudah bisa memahami motor dengan lebih baik, meski kecepatannya belum sesuai harapan,” ujarnya.
Perrone merupakan pembalap yang meraih podium pada seri pembuka Moto3 2026 di GP Thailand dengan finis ketiga.
Pembalap asal Argentina itu juga cukup konsisten dengan selalu meraih poin dalam enam seri balapan sebelumnya.
Perrone mengaku kesulitan saat trek lurus di tengah para pembalap tim KTM lainnya menggila di lintasan lurus panjang untuk mendapatkan slistream.
“Dalam balapan, saya memulai dengan baik dan mencoba untuk maju, tetapi saya dengan cepat mencapai batas kemampuan, dan sulit untuk menyalip, terutama di lintasan lurus,” kata Perrone lagi.
“Kemudian, saya juga mengalami beberapa masalah dengan persneling, yang membuat segalanya menjadi lebih rumit.”
“Saat ini kami tidak berada di posisi terbaik, tetapi saya tahu potensi saya dan apa yang bisa kami capai,” ujar Perrone.
Hasil tersebut bagi Perrone tercatat selalu finis di belakang pembalap Honda Team Asia, Veda Ega Pratama, dalam empat seri balapan berturut-turut.
Adapun hasil minor kembali didapat pembalap rookie KTM Tech3, Rico Salmela, yang memperpanjang catatan tak pernah dapat poin dalam tiga seri balapan berturut-turut.
“Balapan hari ini berjalan positif hingga kecelakaan. Kami mengalami kualifikasi yang sulit di lintasan, tapi saya merasa banyak belajar,” kata Salmela.
“Saya start dari P21, tapi saya memulai dengan kuat dan segera menemukan ritme yang baik.”
“Saya merasa nyaman di atas motor, salah satu perasaan terbaik yang saya rasakan musim ini dan berhasil naik ke posisi 10 besar.”
“Sayangnya, saya kehilangan kendali bagian belakang, dan kami perlu menganalisis dengan tepat apa yang terjadi, tetapi ada banyak hal positif yang bisa diambil.”
“Kami mulai menunjukkan kecepatan yang nyata, dan sekarang ini tentang menyatukan semuanya dan menjadi lebih konsisten,” ujar pembalap asal Finlandia itu.













