Ringkasan Berita:
- LOSC Lille resmi menunjuk Davide Ancelotti, putra Carlo Ancelotti, sebagai pelatih baru dengan kontrak hingga Juni 2028.
- Davide memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih di sejumlah klub top Eropa seperti Bayern Muenchen, Napoli, Everton, dan Real Madrid.
- Penunjukan Davide menjadi tantangan baru bagi Calvin Verdonk yang harus bersaing untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak di Lille musim depan.
News Stream Pro – Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, dipastikan akan bekerja di bawah arahan pelatih baru bersama LOSC Lille pada musim 2026/2027.
Klub Ligue 1 Prancis tersebut resmi menunjuk Davide Ancelotti sebagai pelatih kepala anyar mereka pada Senin (1/6/2026).
Putra dari pelatih ternama Carlo Ancelotti itu menandatangani kontrak berdurasi dua tahun yang akan membuatnya menangani Lille hingga Juni 2028.
Penunjukan Davide menjadi langkah menarik bagi Lille yang baru saja mengamankan tiket tampil di Liga Champions musim depan.
Meski namanya belum setenar sang ayah, Davide Ancelotti memiliki pengalaman panjang di balik layar bersama sejumlah klub elite Eropa.
Pria berusia 36 tahun tersebut memulai karier kepelatihannya pada 2012 sebagai pelatih kebugaran di Paris Saint-Germain, ketika Carlo Ancelotti masih menukangi klub asal Prancis itu.
Sejak saat itu, Davide terus mengikuti perjalanan karier ayahnya dan menjadi bagian dari staf kepelatihan di sejumlah klub besar seperti Bayern Muenchen, Napoli, Everton, hingga Real Madrid.
Tak hanya di level klub, Davide juga turut mendampingi Carlo Ancelotti saat menangani Timnas Brasil.
Perannya sebagai asisten pelatih disebut cukup penting dalam berbagai kesuksesan yang diraih Carlo Ancelotti sepanjang kariernya di Eropa.
Davide kemudian memulai karier mandiri sebagai pelatih kepala pada Juli 2025 dengan menerima tawaran klub Brasil, Botafogo.
Namun, kiprahnya di sana hanya berlangsung selama lima bulan setelah timnya menutup musim di posisi keenam kompetisi domestik.
Meski demikian, Lille tetap yakin terhadap kapasitas Davide sebagai pelatih muda yang memiliki potensi besar.
Apalagi, ia telah mengantongi lisensi kepelatihan UEFA A sejak 2016, saat usianya masih di bawah 30 tahun.
Saat ini, Davide masih tercatat sebagai bagian dari staf kepelatihan Timnas Brasil yang tengah bersiap menghadapi Piala Dunia 2026.
Selama menjalankan tugas bersama Selecao, ia tetap akan memantau perkembangan Lille dari jarak jauh sebelum resmi memulai pekerjaannya di Prancis.

Presiden Lille, Olivier Letang, menilai Davide memiliki karakter dan kemampuan yang sesuai dengan proyek jangka panjang klub.
Menurutnya, Davide merupakan sosok pelatih modern yang memiliki visi sepak bola jelas serta pendekatan kepemimpinan yang matang.
“Davide adalah seorang profesional sejati yang memiliki semua kualitas dan keterampilan seorang pelatih modern,” ujar Olivier Letang, dikutip dari laman resmi klub.
Ia juga menegaskan bahwa Lille terkesan dengan energi, pengalaman, serta ide-ide segar yang dimiliki Davide untuk membawa klub berkembang lebih jauh.
Bagi Davide sendiri, kesempatan menangani Lille menjadi tantangan besar sekaligus kehormatan dalam karier kepelatihannya.
“Saya merasa sangat bangga dan bahagia. Saya berterima kasih kepada Presiden Olivier Letang atas kepercayaan yang diberikan kepada saya,” kata Davide Ancelotti.
Ia menilai Lille merupakan klub yang ambisius, memiliki identitas kuat, dan secara konsisten bersaing di kompetisi Eropa.
Kedatangan Davide juga berpotensi memberikan tantangan baru bagi Calvin Verdonk.
Bek kiri Timnas Indonesia itu harus kembali membuktikan kualitasnya agar mampu mendapatkan tempat utama di bawah kepemimpinan pelatih anyar tersebut.
Pada musim debutnya bersama Lille, Verdonk tampil dalam 30 pertandingan di berbagai ajang.
Sempat menjadi pilihan utama di awal musim, pemain berusia 29 tahun itu kemudian mengalami cedera yang membuatnya kehilangan posisi reguler dan harus berjuang kembali untuk merebut menit bermain setelah pulih.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)












