News Stream Pro: Pelatih Timnas U-19 Vietnam, Yutaka Ikeuchi, menyoroti Timnas U-19 Indonesia sebagai lawan terberat yang harus dihadapi timnya dalam ajang ASEAN Championship U-19 2026.
Timnas U-19 Vietnam telah merampungkan persiapan intensif mereka sebelum bertolak ke Indonesia. Mereka akan berlaga di ASEAN Championship U-19 2026, turnamen yang dijadwalkan berlangsung dari 1 hingga 14 Juni. Ajang ini tidak hanya menjadi perebutan gelar juara regional, tetapi juga berperan sebagai tahapan krusial dalam persiapan menuju Kualifikasi Piala Asia U-20 2027.
Dalam gelaran akbar sepak bola junior Asia Tenggara ini, Vietnam tergabung di Grup A. Mereka akan bersaing ketat dengan tuan rumah Indonesia, Timor Leste, dan Myanmar. Sebuah grup yang menjanjikan laga-laga penuh tensi tinggi.
Menanggapi komposisi grup yang menantang tersebut, pelatih Vietnam asal Jepang, Yutaka Ikeuchi, secara tegas menyebut Timnas U-19 Indonesia sebagai rival terberat bagi anak asuhnya. Ikeuchi menilai Indonesia memiliki kekuatan skuad yang mumpuni, diperkaya oleh kehadiran banyak pemain yang sebelumnya berkompetisi di Piala Dunia U-17 2025.
Meskipun menyadari kekuatan lawan, Ikeuchi menegaskan bahwa timnya tetap memegang teguh ambisi besar untuk meraih trofi ASEAN Championship U-19 2026. “Indonesia tentu saja merupakan lawan yang sangat kuat,” kata Ikeuchi, sebagaimana dikutip oleh SuperBall.id dari VTC News. “Namun tujuan kami tetap untuk mencoba melangkah sejauh mungkin dan meraih peringkat tertinggi di turnamen ini,” tambahnya, menunjukkan tekad baja timnya.
Guna mencapai target tersebut, Vietnam telah menghabiskan hampir sebulan penuh menjalani pemusatan latihan (TC) yang ketat. Selain membidik gelar juara regional, Ikeuchi dan para pemainnya juga mengemban misi jangka panjang untuk mengamankan tiket ke Piala Asia U-20 2027.
Meski diakui tidak datang ke Indonesia dengan skuad paling ideal karena absennya beberapa pemain kunci, Ikeuchi menyatakan bahwa timnya masih diperkuat banyak talenta berkualitas. “Memang benar bahwa beberapa pemain yang ingin saya lihat dimasukkan tidak bisa karena alasan objektif,” ungkapnya. “Namun, kami masih memiliki banyak pemain berkualitas lainnya,” imbuhnya, optimistis terhadap kedalaman skuadnya.
Lebih lanjut, Ikeuchi juga mengungkapkan filosofi sepak bola yang ia terapkan, yakni gaya permainan ofensif dan defensif yang sinkron. Ia menekankan partisipasi semua pemain dalam menyerang dan bertahan secara terkoordinasi. “Saya ingin seluruh pemain berpartisipasi dalam serangan dan pertahanan secara terkoordinasi,” kata Ikeuchi, menjelaskan prinsip fundamental timnya.
Ikeuchi juga menyatakan tidak gentar menghadapi tekanan untuk meraih hasil maksimal, terutama mengingat penampilan positif yang telah ditunjukkan oleh tim U-23 dan senior Vietnam. “Bagi saya, melatih itu penuh tekanan. Dengan perkembangan pesat sepak bola Vietnam, saya selalu berharap dapat berkontribusi pada kesuksesan kami,” ucapnya, menunjukkan mentalitas seorang pelatih profesional.
Di tengah persiapan matang tim-tim peserta, diketahui bahwa pelatih Timnas U-19 Malaysia juga telah memanggil putra dari arsitek Persib Bandung ke dalam skuadnya. Keputusan ini diambil karena sang pelatih meyakini adanya “sesuatu istimewa” dalam diri pemain muda tersebut yang akan memberikan nilai tambah signifikan bagi timnya, menunjukkan bagaimana setiap tim di kawasan ini berupaya mencari talenta terbaik.
Menurut jadwal yang telah ditetapkan, Vietnam akan memulai perjalanan mereka di Grup A dengan menghadapi Timor Leste pada 1 Juni mendatang. Setelah itu, mereka akan melanjutkan perjuangan melawan Myanmar pada 4 Juni, sebelum akhirnya bersua Timnas U-19 Indonesia di laga terakhir fase grup pada 7 Juni. Seluruh pertandingan krusial ini akan diselenggarakan di Sumatera Utara, dengan dua tim teratas dari masing-masing grup berhak melaju ke babak semifinal. Sebagai bagian dari persiapan akhir, Vietnam telah melakoni empat pertandingan persahabatan melawan tim-tim dari Jepang.













