jpnn.com – Ada yang berbeda dari raut wajah Fabio Quartararo seusai MotoGP Brasil. Bukan podium, bukan pula hasil fantastis, melainkan satu momen singkat: bisa menyalip Marc Márquez.
Pembalap Yamaha itu menuntaskan balapan di posisi keenam. Secara angka, hasil tersebut memang belum istimewa.
Namun, jika melihat start musimnya yang hanya finis ke-14 di seri pembuka, capaian ini jelas jadi kemajuan penting.
Apalagi Quartararo masih dalam fase adaptasi dengan motor baru Yamaha V4 yang belum sepenuhnya jinak.
Marc Marquez Nyaris Kehilangan Kendali, Cek Klasemen MotoGP
Balapan di Brasil sendiri dimulai cukup menjanjikan. Start dari posisi keempat, Quartararo langsung tampil agresif.
Di tikungan pertama, dia sukses merangsek ke posisi kedua, bahkan sempat melewati Marquez dan Marco Bezzecchi. Manuver berani yang langsung menyita perhatian.
Meski begitu, duel dengan Marc Marquez tak berlangsung lama. Pada lap ketiga, di trek lurus, Quartararo kembali kehilangan posisi. Kecepatan motor lawan membuatnya harus rela disalip kembali.
Namun, bagi Quartararo, cerita tidak berhenti di sana.
Fabio Quartararo Merasa Yamaha Masih Tertinggal dari Tim Lain
“Jujur saja, saya tidak peduli finis di posisi berapa. Saya baru saja menyalip Marc, yang menurut saya pembalap terbaik saat ini,” ujarnya.
Pernyataan itu mencerminkan sisi lain dari persaingan MotoGP—tentang kepercayaan diri dan tolok ukur performa.
Bagi Quartararo, momen menyalip Marquez seperti pengingat bahwa dirinya belum habis.
MotoGP 2026: Fabio Quartararo Ungkap Masalah Besar Yamaha V4
Dia pun menilai pengalaman tersebut sebagai sinyal positif. Meski kemudian kembali disalip, Quartararo tetap melihatnya sebagai gambaran potensi yang dimiliki saat ini.
“Setidaknya saya tahu di mana posisi saya sekarang,” katanya.
Satu manuver kecil itu tentu jadi suntikan besar bagi kepercayaan diri sang juara dunia 2021 tersebut. (crash/jpnn)
WU MotoGP Brasil: Marco Bezzecchi Pertama, Marc Marquez Kedua













