KEPOLISIAN Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya menangkap warga negara Irak bernama Fuad, pelaku pembunuhan perempuan berinisial DA. Fuad diduga membunuh cucu komedian Mpok Nori itu karena alasan cemburu.
Kepala Unit II Subdirektorat Reserse Mobil Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Fechy J. Ataupah mengatakan Fuad dan DA merupakan pasangan suami istri dari pernikahan siri. Keduanya sudah pisah rumah sejak Oktober 2025.
“Sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain,” kata Fechy di Markas Polda Metro Jaya pada Senin, 23 Maret 2026.
Fechy mengatakan, Fuad terpancing emosi saat melihat korban pergi bersama lelaki lain pada Jumat sore, 20 Maret 2026. Setelah itu, terjadi cekcok antara korban dan tersangka.
Fuad juga sempat mendatangi rumah kontrakan korban yang berada di Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada malam harinya. “Kemudian pelaku diusir, disuruh pulang oleh korban. Pelaku pun pulang ke kosnya,” ujar dia.
Namun setelah itu Fuad kembali ke tempat DA. Sempat terjadi pertengkaran. Lalu pelaku sempat mencekik korban. Kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban.
Setelah itu, Fuad kabur ke Bogor dan Sukabumi. Polisi akhirnya menangkap Fuad saat sedang dalam bus menuju Sumatera. Tepatnya berada di Jalan Tol Tangerang-Merak kilometer 68, di rest area kilometer 68, pada Sabtu, 21 Maret 2026.
“Saat ini penyidik tengah mendalami dugaan adanya pembunuhan berencana dalam kasus ini,” kata Fechy.
Fechy juga mengatakan tersangka terekam beberapa kali bolak-balik ke tempat kejadian perkara atau TKP. Dari temuan tersebut, pelaku terlihat kembali ke tempat tinggalnya untuk mengambil pisau yang diduga digunakan sebagai alat untuk membunuh korban.
Menurutnya, ada jeda waktu cukup lama saat tersangka kembali ke rumah dan menuju TKP. Sejauh ini, Fuad dijerat pasal 458 subsider pasal 468 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan. Tersangka terancam pidana penjara 15 tahun.
Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor: Mengapa Brimob Patroli di Jalan hingga Membunuh Anak di Tual













