Sebuah tragedi mengejutkan telah menimpa keluarga mendiang komedian legendaris Indonesia, Mpok Nori. Cucu beliau, Dwintha Anggary (37), ditemukan meninggal dunia secara mengenaskan pada Sabtu (20/3) dini hari. Ia diduga kuat menjadi korban pembunuhan yang didalangi oleh mantan suaminya, seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Irak bernama Fuad. Jasad Dwintha ditemukan tak bernyawa di kediamannya, sebuah kontrakan di Jl. Gg. Daman I, kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat.
Motif di balik aksi keji ini mulai terkuak dari kesaksian pihak keluarga. Menurut Dian, salah satu kerabat Dwintha, mantan suami korban, Fuad, dikenal memiliki sifat cemburu buta yang sangat posesif. “Dia (pelaku) memang agak cemburuan. Almarhumah sampai tidak boleh berkomunikasi dengan orang lain, merasa sangat dikekang,” ungkap Dian kepada Kumparan pada Minggu (22/3), menggambarkan pola hubungan yang tidak sehat antara keduanya.
Sifat posesif Fuad semakin menjadi-jadi seiring dengan perubahan dalam kehidupan Dwintha. Ketika Dwintha mulai aktif bekerja dan membangun lingkaran pertemanan yang luas, termasuk dengan rekan kerja pria, rasa cemburu Fuad pun semakin membara. Situasi ini diduga menjadi pemicu utama ketegangan yang terus memuncak dalam hubungan mereka.
Meskipun bahtera rumah tangga mereka telah kandas, upaya Fuad untuk menguasai Dwintha tidak berhenti. Keluarga mengungkapkan bahwa pelaku kerap kali terus menerus mendekati korban, berulang kali mengajak Dwintha untuk kembali rujuk. Desakan ini terus berlanjut bahkan setelah perpisahan mereka, menunjukkan obsesi Fuad terhadap mantan istrinya.
Kecurigaan terhadap adanya perencanaan matang semakin kuat dengan informasi mengenai perilaku Fuad menjelang insiden tragis itu. Sebelum pembunuhan terjadi, Fuad diduga kuat secara rutin memantau setiap gerak-gerik Dwintha di sekitar tempat tinggalnya. Puncaknya, pada malam kejadian naas itu, Fuad bahkan terlihat berkeliling di sekitar lokasi menggunakan sepeda motor, seolah-olah sedang “memantau terus” aktivitas korban, seperti dituturkan oleh Dian.
Kasus pembunuhan Dwintha Anggary ini kini sepenuhnya berada di tangan pihak kepolisian. Dengan berbekal berbagai bukti dan kesaksian, aparat penegak hukum tengah berupaya mengungkap seluruh fakta di balik kejahatan ini. Pihak keluarga, yang masih diselimuti duka, sangat berharap agar pelaku, Fuad, dapat segera diadili dan dihukum seadil-adilnya sesuai dengan perbuatannya yang telah merenggut nyawa Dwintha.
Pasca ditemukan, jenazah Dwintha sempat dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani proses autopsi guna mendapatkan hasil visum yang akan membantu penyelidikan. Setelah seluruh prosedur rampung, jenazah cucu mendiang Mpok Nori tersebut kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, meninggalkan kisah pilu tentang kekejaman yang berujung pada hilangnya nyawa.
Reporter: Muhammad Pratama












