KEPOLISIAN RI atau Polri mencatat telah terjadi 260 kecelakaan lalu lintas selama momen libur Lebaran pada 20-21 Maret 2026. Juru bicara Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Ketupat 2026, Komisaris Besar Jansen Avitus Panjaitan, mengatakan insiden tersebut menyebabkan 15 orang meninggal, 25 luka berat, dan 272 luka ringan.
“Dengan total kerugian materiil mencapai Rp 695,7 juta,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 21 Maret 2026.
Polisi mencatat ada sekitar 270 ribu kendaraan yang memadati arus lalu lintas saat mudik Lebaran 2026. Angka ini meningkat dibandingkan dengan data tahun lalu. Puncak arus mudik terjadi pada 20 Maret 2026.
Polisi terus mengimbau agar masyarakat tetap berhati-hati. Menurut Jansen, masih ada potensi meningkatnya mobilisasi kendaraan pasca Lebaran. “Utamakan keselamatan selama perjalanan,” ujarnya.
Polisi telah menyiapkan personel di lapangan untuk pengamanan arus balik Lebaran. Puncak arus balik diprediksikan terjadi pada 24 Maret dan 28-29 Maret. Untuk menghindari kepadatan, polisi mengimbau masyarakat kembali ke Jakarta dan sekitarnya lebih cepat yaitu pada 26-27 Maret. Pada periode ini, pemerintah memberikan diskon tarif tol dan memberlakukan bekerja dari mana saja alias worf from anywhere (WFA).
Pilihan Editor: Ideologi Jamaah Islamiyah setelah Program Deradikalisasi













