Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pontianak, Kalimantan Barat, telah menjadi sorotan publik. PT Pertamina (Persero) melalui Wakil Presiden Komunikasi Korporatnya, Muhammad Baron, pada Jumat, 20 Maret 2026, menjelaskan bahwa fenomena ini diakibatkan oleh peningkatan konsumsi energi yang signifikan, ditambah dengan adanya penyesuaian distribusi di beberapa titik penyaluran.
Menanggapi situasi tersebut, Baron menegaskan komitmen Pertamina untuk memastikan penyaluran BBM kembali normal. Berbagai langkah strategis tengah diimplementasikan, termasuk optimalisasi distribusi pada SPBU yang mengalami lonjakan permintaan. Selain itu, Pertamina juga melakukan pengaturan suplai secara bertahap serta menjalin koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait demi pemerataan pasokan di seluruh wilayah.
Atas nama perusahaan, Baron lantas mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing untuk melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia menjamin bahwa stok BBM nasional berada dalam kondisi aman dan mencukupi, sehingga kekhawatiran akan kelangkaan tidak perlu terjadi.
Kondisi antrean panjang ini turut terekam dan viral di media sosial. Sebuah video berdurasi lebih dari satu menit yang diunggah oleh akun Instagram @agung_elshaarawy pada Jumat, 20 Maret 2026, memperlihatkan puluhan mobil dan sepeda motor memadati sebuah jalur antrean di SPBU. Visual tersebut menjadi bukti nyata betapa signifikannya peningkatan permintaan yang terjadi di lapangan.
Upaya penanganan ini menunjukkan kesiapsiagaan Pertamina dalam memastikan ketersediaan energi, khususnya di tengah potensi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang periode-periode tertentu atau hari raya, di mana berbagai pihak, termasuk petugas di lapangan, tetap berdedikasi melayani kebutuhan publik.












