News Stream Pro – Pukulan telak menghantam Persib Bandung. Pemain andalan mereka, Uilliam Barros, resmi dijatuhi sanksi oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Kamis, 19 Maret 2026. Kabar ini pertama kali dilansir oleh TribunWow.com, yang menyebutkan bahwa keputusan tersebut akan berdampak signifikan bagi skuad Maung Bandung.
Sanksi ini dijatuhkan kepada penyerang asal Brasil tersebut menyusul insiden kartu merah yang ia terima saat membela Persib dalam laga kontra Ratchaburi FC pada Rabu, 18 Februari 2026. AFC mengategorikan pelanggaran yang dilakukan Barros sebagai serious foul play, sebuah tindakan yang dianggap melampaui batas sportivitas.
Imbas dari aksi indisiplinernya tersebut, Uilliam Barros kini dilarang tampil dalam dua pertandingan berikutnya di kompetisi AFC. Selain itu, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar 1.500 dolar AS, yang setara dengan sekitar Rp 25 juta. Sanksi larangan bermain ini akan tetap berlaku, bahkan jika Barros tampil di kompetisi AFC berikutnya, menegaskan konsekuensi yang harus ia tanggung.
Kartu Merah Barros
Momen krusial yang berujung pada sanksi ini terjadi dalam pertandingan Persib Bandung melawan Ratchaburi FC yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026. Uilliam Barros diusir dari lapangan pada menit ke-45+6 setelah melakukan tekel keras.
Dalam tayangan ulang, terlihat jelas Barros melancarkan sliding tackle berbahaya terhadap pemain Ratchaburi FC, Jonathan Khemdee. Kaki Uilliam Barros nampak mengenai kaki Jonathan Khemdee dengan kekuatan yang cukup signifikan. Tanpa ragu, wasit langsung mengambil keputusan tegas dengan mencabut kartu merah, tanpa perlu meninjau ulang insiden tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR). Kejadian ini memaksa Uilliam Barros untuk meninggalkan lapangan lebih awal di babak pertama.
Anak Emas Bojan Hodak
Sanksi ini tentu menjadi pukulan ganda bagi Persib Bandung, mengingat betapa krusialnya peran Uilliam Barros dalam strategi pelatih Bojan Hodak. Barros bisa dibilang merupakan “anak emas” atau pemain kesayangan Bojan Hodak, terbukti dari kepercayaan penuh yang diberikan kepadanya. Ia selalu dimainkan dalam 25 pertandingan Super League 2025-2026 yang sudah dilewati Persib.
Dari total 25 pekan liga, Uilliam Barros mencatatkan penampilan di seluruh laga, meskipun tidak selalu bermain penuh. Total menit bermainnya mencapai 2.035 menit, sebuah angka yang fantastis dan menjadi yang tertinggi di antara semua pemain non-kiper Persib. Data ini secara gamblang menunjukkan betapa pentingnya kontribusi dan kehadiran Uilliam Barros di lini serang Maung Bandung musim ini.
Lini depan Persib Bandung memang memiliki banyak pilihan striker berkualitas, seperti Andrew Jung, Sergio Castel, Uilliam Barros, hingga Ramon Tanque. Namun, hanya Uilliam Barros yang consistently mendapatkan menit bermain di setiap pertandingan. Sebagai perbandingan, Ramon Tanque baru bermain dalam 21 pertandingan dengan total 879 menit, sedangkan Andrew Jung tampil di 18 pertandingan selama 938 menit. Sementara itu, Sergio Castel bahkan baru bermain di 2 pertandingan dengan hanya 28 menit tampil di lapangan.
Sebagai informasi tambahan, pemain dengan menit bermain terbanyak secara keseluruhan di Persib Bandung adalah sang kiper, Teja Paku Alam, yang mencatatkan total 2.070 menit dari 23 pertandingan. Ini semakin menegaskan bahwa di antara pemain lini depan dan gelandang, Uilliam Barros adalah tulang punggung tim yang paling diandalkan Bojan Hodak, dan absennya ia akan menjadi tantangan besar bagi Persib dalam kompetisi AFC mendatang.
(TribunWow.com/Lailatun Niqmah)













