
Kinerja cemerlang AKRA ditopang oleh fondasi yang kuat di seluruh lini bisnisnya. Segmen kawasan industri dan utilitas menunjukkan pertumbuhan luar biasa, sementara bisnis perdagangan dan distribusi berhasil mempertahankan stabilitasnya. Dari sisi operasional, AKRA menunjukkan efisiensi yang mumpuni dengan mencatat EBITDA sebesar Rp 3,67 triliun, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan ini mengindikasikan pengelolaan biaya dan modal kerja yang lebih disiplin, serta optimalisasi operasional yang berkelanjutan.
Secara lebih terperinci, seluruh segmen usaha AKRA mencatatkan pertumbuhan yang mengesankan. Segmen kawasan industri meroket 107% secara tahunan, sementara segmen utilitas melonjak 129% secara tahunan. Tidak kalah penting, segmen perdagangan dan distribusi juga mengalami peningkatan sebesar 16% secara tahunan, membuktikan daya tahan dan kemampuan adaptasi perseroan.
Kinerja kawasan industri, khususnya di Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE), menjadi lokomotif utama pendorong pertumbuhan AKRA. Peningkatan penjualan lahan yang signifikan, bersama dengan utilisasi utilitas yang lebih tinggi, telah meningkatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) yang berkelanjutan bagi perseroan. Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo, menegaskan bahwa segmen kawasan industri membukukan pendapatan sebesar Rp 2,74 triliun. Hal ini didorong oleh lonjakan penjualan lahan sebesar 107% dan kenaikan pendapatan utilitas sebesar 129% seiring dengan peningkatan aktivitas operasional dari para penyewa utama (anchor tenants). “Ini mencerminkan semakin besarnya kontribusi pendapatan utilitas yang bersifat berulang (recurring) dalam ekosistem JIIPE,” ungkap Haryanto dalam keterangannya, menggarisbawahi stabilitas pendapatan jangka panjang.
Haryanto menambahkan bahwa JIIPE memegang peran strategis dalam mendukung strategi hilirisasi Indonesia. Kawasan ini aktif mendorong pengembangan industri bernilai tambah tinggi serta sukses menarik investasi baru. Dengan infrastruktur yang terintegrasi dan lokasi yang sangat strategis, JIIPE berada di posisi yang sangat kuat untuk menopang pertumbuhan sektor manufaktur nasional dan meningkatkan arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) ke Indonesia.
Di samping itu, segmen usaha Perdagangan dan Distribusi juga menunjukkan kinerja yang tangguh. Meskipun beroperasi di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan dan volatilitas, segmen ini tetap solid, menunjukkan ketahanan bisnis AKRA. Melihat ke depan, AKRA berencana untuk memperluas jaringan perdagangan dan distribusi, dengan fokus khusus pada wilayah Indonesia Timur yang memiliki potensi besar. Selain itu, perseroan juga akan mempercepat penjualan lahan dan pengembangan utilitas di JIIPE guna meningkatkan visibilitas pendapatan jangka panjang yang lebih baik.
Dari sisi neraca, AKRA mampu mempertahankan posisi keuangan yang solid dan sehat. Perseroan mencatatkan rasio net gearing negatif sebesar 0,08 kali, yang merupakan indikasi kuat dari posisi kas bersih. Ditambah lagi, rasio return on equity (ROE) AKRA tercatat impresif sebesar 20%, mencerminkan efisiensi dalam pengelolaan modal ekuitas untuk menghasilkan laba.
Manajemen AKRA optimistis terhadap prospek investasi di Indonesia yang tetap positif. Iklim investasi yang kondusif ini diharapkan dapat terus mendukung pengembangan kawasan industri JIIPE pada tahap-tahap berikutnya. Dengan fondasi keuangan yang kuat dan kontribusi pendapatan berulang yang terus meningkat, AKRA percaya diri dapat menjaga momentum pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai optimal bagi para pemangku kepentingan di masa mendatang.












